Portal Berita Papua Barat

Insiden Batik Air di Bandara Rendani Manokwari Disebut Murni Kesalahan Pilot

0 434
Insiden Batik Air di Bandara Rendani
Insiden Batik Air di Bandara Rendani – Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 tergelincir di Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Insiden Batik Air di Bandara Rendani.  Insiden tergelincirnya roda Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3/2018) siang disebut murni kelalain seorang pilot.

Pernyataan tersebut dinyatakan Kepala Bandar Udara (Badara) Rendani Manokwari, Wahyu Anwar saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/3/2018).

Wahyu menjelaskan, semestinya Pilot pesawat mengambil haluan putar di ujung landasan pacu dari sebelah kiri searah jarum jam. Namun yang terjadi, pilot mengambil haluan kanan sehinggan tak melihat posisi tanah sebelah kanan.

“Murni Kesalahan Pilot. Karena mengambil haluan putar dari kanan, seharusnya dan biasanya dari haluan kiri. Sedangkan posisi Pilot di atas Pesawat berada di sebelah kiri sehingga dia (Pilot) tidak melihat posisi tanah sebelah kanan akhirnya roda pesawat keluar aspal dan tertanam di tanah,”

Selain itu kata dia, sangat tak mungkin jika insiden tersebut disebebkan adanya gangguan fungsi pada roda pesawat. Pasalnya pesawat Airbas 320 dengan nomor register PK-LAJ tersebut masih tergolong baru.

“Jadi memang ini murni kelalaian dari Pilot,” katanya lagi.

Dia menjelaskan, saat itu sekira pukul 12.40 WIT
pesawat telah menuju landasan pacu hendak memutar 180 derajat untuk siap lepas landas. Namun karena posisinya terlalu mengambil ke kanan rodanya keluar dari jalur.

“Untuk luasan haluan putar saat ini 1500 m2 dan memang kiri kanan haluan putaran struktur tanahnya kurang kuat karena selalu digenangi air hujan. Jadi wajar tak mampu menopang bobot pesawat yang cukup berat,” tutur Wahyu.

Kepala Bandara Rendani Manokwari, Wahyu Anwar, yang ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/3/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

 

Baca Juga:  Breaking News : Pesawat Batik Air Tergelincir di Bandara Rendani Manokwari

Meski pada akhirnya, terang Wahyu, Pesawat berhasil dievakuasi menggunakan alat berat dan besi pelat milik TNI AL sebagai alas roda oleh tim gabungan. Baik TNI-Polri, Basarnas dan petugas atoritas bandara.

“Sekitar pukul 19:15 WIT roda Pesawat berhasil ditarik dari tanah ke atas landasan. Dan pukul 19: 40 WIT Pesawat sudah berada di Apron (Parkiran) Bandara,” ucapnya.

Ditanya berapa jumlah maskapai yang megalami pembatalan mendarat di Bandara tersebut akibat insiden ini? Disebutkannya, hanya satu maskapai yakni Pesawat Garuda Air, dari Jayapura.

“Hanya Pesawat Garuda dari Jayapura, terpaksa harus mendarat di Bandara Sorong, karena saat itu posisi Pesawat Garuda sudah di udara menuju Manokwari,” jelasnya Menjawab.

“Dan bersyukur, semua penumpang tidak ada yang panik dan semuanya dalam keadaan baik-baik. Tadi pagi semuanya diberangkatkan lagi menggunakan Batik Air yang lain,” tambahnya seraya mengatakan, Pesawat tersebut masih berada di Apron dan layak terbang hanya saja masih menunggu instruksi selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat tipe FK-LAP milik maskapai Lion Air ini hendak lepas landas menuju Bandara Dominie Edwark Osok Sorong.

Pesawat yang memuat 125 penumpang dan 5 orang kruw tersebut, tergelincir sekira pukul 12.50 WIT.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com di lokasi kejadian, roda pesawat sebelah kanan yang dipilloti Capt Rudi Jaya Sakti, tersebut keluar dari landasan hingga tertanam dalam tanah.

Sejumlah petugas baik dari kantor pencarian dan pertolongan Basarnas Manokwari, Polsek Bandara, Polres Manokwari, dibantu petugas Satuan Brimob dan TNI dari Kodim 1703 Manokwari, berjibaku berusaha mengevakuasi pesawat jenis Airbas A320 tersebut.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com