Portal Berita Papua Barat

Investor di Papua Barat Diminta Seriusi Instruksi Gubernur Mandacan

0 102
Investor di Papua Barat
Investor di Papua Barat – Ketua Dewan Pimpinan Cabang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Manokwari, Yosak Saroi.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Investor di Papua Barat.  Investor yang masuk di Papua Barat, diminta seriusi dan mewujudkan instruksi Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Hal ini menyikapi dialog Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dengan Investor yang menginginkan memprioritaskan pemberdayaan pekerja orang asli papua (OAP) pada setiap perusahaan.

Untuk merespon masuknya investor ke daerah ini, maka pemerintah harus memperhatikan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP). Pasalnya didalam berinvestasi, maka pemprov memiliki kebijakan tertinggi di daerah.

Untik itu, ada beberapa tahapan yang harus dipatuhi oleh investor, misalnya peraturan daerah wajib ditaati oleh investor dan hak masyarakat harus diperhatikan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Manokwari, Yosak Saroi kepada Papuabaratoke.com, Senin (18/2/2018).

Menurut Saroi, setiap aturan harus diikuti dan memperhatikan apa yang menjadi hak masyarakat, sebab ketika hal-hal ini tidak diperhatikan bisa menimbulkan konflik social. Terutama saat ini Papua dikenal sebagai daerah khusus, maka harus memperhatikan apa yang menjadi rujukan Undang-undang Otsus, misalnya pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur serta ekonomi kerakyatan.

“Instruksi dan harapan Gubernur Mandacan, harus diseriusi oleh investor yang akan berinvestasi di daerah Papua Barat,” kata dia.

Dan menurut Saroi yang perlu diperhatikan oleh investor, ialah menyerap dan memprioritaskan pekerja OAP. Dirinya berharap jangan seperti yang terjadi di pabrik semen Maruni Manokwari yang sekarang beroperasi. Pasalnya perusahaan tersebut lebih prioritaskan pekerja non Papua, bahkan keberpihakan kepada OAP masih sangat rendah dan tak jelas.

“Kapan kita bisa menjadi tuan di tanah sendiri, maka setiap investor yang masuk ke Papua Barat harus memperhatikan apa yang menjadi hak dan kewajiban dengan melihat pada aturan nasional dan aturan khusus di daerah ini,” katanya.

Baca Juga:  Puluhan Polwan Beraksi di Jalan, Ratusan Takjil Sekejap Terbagi ke Warga

Disisi lain kata Saroi, masuknya investor ke daerah ini tentu saja mengurangi penggangguran dan sejahterakan masyarakat Papua Barat. Untuk itu dialog yang sudah berlangsung menjadi pintu masuk untuk investor masuk dan berinvestasi ke Papua Barat.

“Kami menilai langkah yang diambil gubernur Papua Barat sangat tepat dan langkah ini harus disikapi oleh investor ketika hendak berinvestasi ke daerah Papua Barat,” katanya lagi.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com