Portal Berita Papua Barat

Jelang Natal dan Tahun Baru, TPID Tekan Harga Bapok

0 4
Jelang Natal dan Tahun Baru
Jelang Natal dan Tahun Baru – Suasana pasar murah di Lapangan Borasi – Manokwari.(Foto: IAN/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke – Jelang Natal dan Tahun Baru. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat, kembali menekan harga Bahan Pokok (Bapok) menjelang perayaan natal dan tahun baru. Hal itu diwujudkan dengan menggelar pasar murah di lapangan Borasi, Manokwari, yang dimulai pukul 08.00 sampai 14.30 WIT, Kamis 14 hingga 16 desember 2017 mendatang.

“Di (Pasar murah, red) kegiatan ini, kami datangkan langsung petani sayur dan distributor resmi, untuk berjualan di sini. Kita pangkas rantai distribusinya ke pengecer, guna menekan jangkauan harga Bapok jelang natal dan tahun baru,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat Agus Hartanto.

Menurut Agus, dengan mempertemukan langsung produsen dengan para konsumen, diharapkan masyarakat dapat terbantu dikarenakan harga yang diterima jauh dibawah pasaran.

“Kita targetnya, sasaran ini bisa melihat langsung partisipasi masyarakat menjelang perayaan natal, apakah benar-benar membutuhkan adanya inflasi harga yang terjangkau dari pemerintah,” jelasnya.

Pasar murah tersebut pun sengaja dibuat pada Desember 2017, karena sesuai dengan kebiasaan menjelang natal dan tahun baru, harga-harga bahan pokok dan barang mengalami kenaikan.

“Banyak faktor penyebab kenaikan harga, dari kurangnya pasokan, gangguan distribusi, hingga tingginya permintaan barang oleh masyarakat. Sehingga dari hal ini tim TPID akan menjadikan catatan penting jikalau selain di manokwari daerah mana lagi kita akan sasar lakukan hal yang sama,” kata dia.

Adapun dalam kegiatan pasar murah ini BI bekerjasama dengan Perindagkop Papua Barat dan Sub Divre Bulog Manokwari, serta para distributor dan para petani binaan BI di Manokwari dan wilayah Mansel, Papua Barat.

Beberapa Bapok seperti Beras, Tepung, Gula, Minyak Goreng, Telur disedikan distributor. Dan aneka sayur mayur di siapkan dari para petani binaan dari BI.

 

Editor : Kris Tanjung
Penulis : IAN
Comments
Loading...
error: Content is protected !!