Portal Berita Papua Barat

Jika RSUD Lepas Tangan, Dua Oknum Perawat Terancam Jadi Penghuni “Hotel Prodeo”

0 949
Jika RSUD Lepas Tangan
Jika RSUD Lepas Tangan – dr Augustine Hehanussa, Sp.KK (Kiri) didampingi penasehat hukumnya Benny Arens Niwe Lattu SH (Tengah) menunjukan laporan polisi terhadap manajemen RSUD Manokwari, yang diduga melakukan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanussa (5), di Mapolda Papua Barat, Selasa (20/2/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Jika RSUD Lepas Tangan.  Dua orang oknum tenaga perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Manokwari, terancam akan menjadi penghuni “hotel prodeo” alias penjara jika manajemen lepas tangan.

Hal ini ditegaskan Benny Arens Niwe Lattu, SH, selaku kuasa Hukum keluarga korban dr Augustine Hehanussa, Sp.KK, yang telah terpaksa melaporkan pihak manajemen RSUD Manokwari karena diduga telah melakukan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanussa (5) yang dirawat di UGD RSUD Manokwari, Desember 2017 silam, usai didiagnosa menderita sakit Malaria.

“Jika manajemen RSUD tak tanggungjawab, memang benar kita tunggu fakta persidangan. Dan segala upaya bukti dan saksi kita akan buka di persidangan nantinya,” ungkap Benny Arens Niwe Lattu, SH, Rabu (21/2/2018).

Benny mengatakan, meski ada pihak yang keberatan dan bersikeras, menilai langkah yang ditempuh kliennya berlebihan. Ia mempersilahkan pihak yang merasa dirugikan atas langkah tersebut, untuk membuat laporan balik.

“Intinya laporan awal telah kami tegaskan dan buka di hadapan jalur hukum. Pastinya akan ada pihak yang mulai namanya dipanggil untuk dimintai keterangan. Kami buka laporan itu juga dengan tidak tangan kosong. Jadi Kalau pihak manajemen merasa ada bukti lain, silahkan hadirkan. Apalagi Bupati Manokwari juga telah menanggapi memberikan statment, itu bagus. Tapi Bupati perlu ingat, klien kami meski berprofesi seorang dokter namun saat itu adalah posisinya sebagai orangtua korban,” jelas Benny.

Baca Juga:  Ini Alasan dr. A. Hehanussa, Terpaksa Polisikan Manajemen RSUD Manokwari

Benny juga menegaskan, terkait hal ini sudah pasti akan banyak pasal pendukung akan dapat disimpulkan oleh pihak penyidik untuk disangkakan.

Baik terkait peraturan mengenai kelalaian para tenaga medis, serta dugaan awal sesuai dengan isi laporan yang telah dibuat adanya kelalaian dari oknum perawat di dalam menerapkan perintah maupun apa yang tertulis dalam statuta serta resep dokter spesialis anak, namun tak dilakukan oleh oknum tenaga medis tersebut.

“Kami lebih mengarahkan ke pasal 360 jo pasal 90 KUHP. Karena kelalaian yang menyebabkan seseorang itu jatuh sakit, makanya lebih spesifik. Dan bisa saja dijerat 361 KUHP dan pasal 76 Undang-undang RI Nomor 29 Tahun 2009 tentang Praktik Kedokteran juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukumanmnya 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Jadi intinya kita tunggu pengembangan selanjutnya, undang-undang mengatur hal itu,” tukasnya.

Jika RSUD Lepas Tangan
Jika RSUD Lepas Tangan – dr Augustine Hehanussa, Sp.KK didampingi penasehat hukumnya saat menandatangani laporan polisi terhadap manajemen RSUD Manokwari, yang diduga melakukan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanussa (5), di Mapolda Papua Barat, Selasa (20/2/2018). Penandatangan laporan polisi. (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Adapun sesuai informasi dihimpun, Rabu (21/2/2018) berkas perkara dugaan malpraktek kepada pasien berumur 5 tahun ini, akan diperiksa kembali oleh penyidik dalam hal ini Ditreskrimum Polda Papua Barat, dan selanjutnya akan memanggil beberapa pihak terkait.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com