Portal Berita Papua Barat

Kampanyekan Bebas Kanker Serviks Dharma Wanita Kementrian PUPR Himbau Manfaatkan BPJS

2
Bebas Kanker Serviks
Bebas Kanker Serviks – Pose Bersama DWP Kementrian PUPR saat berada di RS dr. Azhar Zahir TNI AL Manokwari
Manokwari, Papuabaratoke.comBebas Kanker ServiksDharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui DWP PUPR nya kampanyekan bebas kanker serviks di 36 kota di Indonesia selama Oktober.

Termasuk di Papua Barat DWP Kemen PUPR melaksanakan kegiatan deteksi dini kanker serviks dan payudara pada kamis lalu (19/10) di Rumah Sakit Dr. Azhar Zahir TNI AL Manokwari.

Dalam rangka memperingati Bulan peduli kanker 2017 organisasi aksi solidaritas Kabinet Kerja SKK mengadakan kegiatan deteksi dini guna mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker serviks dan payudara.

Ketua DWP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nyonya Kartika Basuki kepada pekerja pers mengatakan jumlah wanita yang meninggal karena kanker serviks dan kanker payudara cukup tinggi dimana jumlahnya di dunia mencapai 490 ribu  perempuan,  dan 80 persen terjadi di negara berkembang termasuk juga Indonesia.

Ny. Kartika Basuki, Ketua DWP Kementrian PUPR

ia melihat hal ini, Nyonya Iriana Joko Widodo yang merupakan istri Presiden Republik Indonesia bersama para istri menteri yang tergabung dalam Kaka merasa peduli sehingga pada bulan peduli kanker internasional selama bulan Oktober 2017 mereka mengadakan kegiatan deteksi dini dengan tujuan wanita Indonesia bebas dari kanker serviks dan kanker payudara.

Deteksi dini wanita Indonesia bebas dari kanker serviks dan kanker payudara juga dilaksanakan di Papua Barat secara khusus Manokwari dengan dilakukan pemeriksaan IVA test sadanis Dan sadari sekaligus mensosialisasikan kanker servis oleh panguyubuan balai-balai di lingkungan wilayah Papua Barat bertempat RS AL.

” Saya berharap ibu-ibu yang melakukan pemeriksaan dan hasilnya keluar baik itu Iva positif atau pra kanker maupun Ada benjolan bisa mengikuti tahapan sesuai arahan tenaga medis dengan menggunakan BPJS Kesehatan agar pengobatan lanjutan dan secara Dini bisa dilakukan sehingga kanker serviks dan kanker payudara payudara menurun” pesannya.

Baca Juga:  Senator Papua Barat Ajak Warga Sorong Donor Darah

Sementara itu, berdasarkan data peserta JKN-KIS secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Adapun sampai dengan 1 September 2017, deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 155.326 peserta JKN-KIS, sementara Papsmear berhasil menjangkau 197.593 peserta JKN-KIS.

Kepala BPJS Wilayah Papua Barat,  Floreinsye Tamonob mengatakan mengapa harus ada deteksi dini karena mencegah jauh lebih penting dari pada mengobati. Karena itu deteksi dini kanker serviks penting dilakukan kepada masyarakat sehingga kepedulian hidup sehat tumbuh.

“Pencegahan akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dari pada pengobatan”. Jelasnya.

“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan” katanya lagi. (VWM/PBOKe)

Comments
error: Content is protected !!