Portal Berita Papua Barat

Kehadiran BLK Industri Migas di Papua Barat Lambat

0 78
BLK Industri Migas
BLK Industri Migas – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Papua Barat Napoleon Fakdawer. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – BLK Industri Migas.  Guna menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor industri minyak dan gas (Migas) di Wilayah Provinsi Papua Barat. Jumlah Balai Latihan Kerja (BLK) akan dimaksimalkan di sejumlah kabupaten dan kota.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Papua Barat Napoleon Fakdawer mengatakan keputusan pemerintah provinsi Papua Barat, yang akan menambah BLK tersebut, lambat. Pasalnya, investasi migas di daerah ini telah berlangsung dalam jangka waktu lama.

“Kehadiran BLK ini penting, kenapa baru sekarang diseriusi, harusnya sejak investasi terbuka sudah harus dipikirkan supaya tenaga kerja lokal bisa diserap pada perusahaan-perusahaan migas yang ada di Papua Barat,” kata Napoleon, Rabu (14/3/2018).

Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat George Dedaida mengutarakan hal senada. Kata Dedaida, BLK ini semestinya dipersiapkan beriringan dengan aktivitas investasi migas di wilayah Papua Barat.

Sekretaris LMA Provinsi Papua Barat George Dedaida. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)

“Sinergitas antara pemerintah dengan perusahaan jangan menjebak masyarakat dengan mekanisme yang terlalu berbelit-belit. Kalau mau bikin BLK itu harusnya dipersiapkan sejak awal, bukan baru sekarang. Kenapa tidak diterima dulu baru diberikan pelatihan,” ujar dia.

Dia mengatakan, perusahaan yang melaksanakan investasi di daerah ini wajib membina dan membimbing tenaga kerja lokal (asli ) Papua. Ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat lokal.
“Pemerintah daerah dengan perusahaan harus bersinergi untuk memberdayakan masyarakat. Mencerdaskan masyarakat, sudah menjadi tugas pemerintah,” tandasnya.

Anggota Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yonadap Trogea menegaskan, LNG Tangguh berada di wilayah hukum masyarakat adat asli Papua Barat, wajib menghargai hukum adat yang berlaku.
“Rekrutmen tenaga kerja wajib memprioritaskan orang asli Papua terutama 7 suku yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. Soal skil dan lainnya, menjadi tanggung jawab perusahaan untuk menyiapkan SDM,” tukasnya.

Dikatakan investasi BP Tangguh memiliki tujuan mulai, yakni menyejahterakan orang asli Papua sebagai pemilik negeri – tempat berlangsungnya investasi. Dia meminta, SKK Migas ikut menyeriusi persoalan ini. Tidak tinggal diam.

“Kalau tidak mau berdayakan orang asli Papua tutup saja perusahaan itu. Tidak ada alasan, wajib siapkan tenaga kerja non skil, semi skil, dan skil. Kegiatan eksploitasi ini sudah berlangsung lama. Jangan, SDM ini jadi alasan untuk rekrut tenaga kerja dari luar Papua. Ini lagu lama,” ungkapnya.

Anggota Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yonadap Trogea. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)

Anggota Komisi E DPR PB, Bram Goram Gaman mengatakan, pihak perusahaan atau investor wajib mengalokasikan anggaran, untuk peningkatan kapasitas atau pelatihan-pelatihan kepada SDM di Papua Barat,
“Dengan demikian, masyarakat Papua Barat ni bisa terlibat dalam kegiatan investasi sebagai subjek pembangunan di Papua Barat, sehingga kesenjangan sosial dan ekonomi antara masyarakat di daerah dan masyarakat yang akan datang dalam dunia kerja itu sejuk,” tutur Bram

Upaya memaksimalkan BLK di sektor industri ini terkuat dalam pertemuan BP Tangguh, Disnakertrans, dan SKK Migas Perwakilan Maluku-Papua dengan media massa, beberapa waktu lalu.
Perusahaan migas raksasa, British Petrolium (BP) di Teluk Bintuni telah melakukan ekspansi bisnis dengan menambah kilang. Ekspansi bisnis ini digadang-gadangkan mampu menyedot sebanyak 7.000 pekerja.

Saat ini, tahap pembangunan konstruksi sedang berjalan. Dalam massa ini, tenaga kerja asli Papua mendapat kuota 30 persen dari total tujuh ribu tenaga kerja. Prioritas diberikan ke 62 kampung di Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Fak-fak, termasuk 4 daerah lainnya, yakni Kabupaten Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni, dan Fak-fak.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com