Portal Berita Papua Barat

Kepala SMPN 06 Manokwari: Penggunaan Dana BOS Tanggung Jawab Saya

0 104
Kepala SMPN 06 Manokwari
Kepala SMPN 06 Manokwari, Laurens Krey.(Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kepala SMPN 06 Manokwari, Laurens Krey menegaskan, bertanggung jawab terhadap penggunaan dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kalau dituntut soal dana bos, saya yang pakai sendiri berarti saya sendiri yang nanti dihukum. Kalau ada penyelewengan, saya kan yang dihukum,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/1/2018).

Pernyataan Laurens ini berkaitan dengan tuntutan salah seorang guru di sekolahnya. Yang menuding penggunaan pengolaan dana BOS tidak jelas sejak 2006 silam hingga 2017.

“Saya sudah dipanggil juga oleh Ombudsman RI (perwakilan provinsi Papua Barat), saya sudah diperiksa oleh Kejaksaan. Sampai mereka ambil buku tabungan saya, tabungan istri dan anak saya juga. Saya sudah diperiksa,” tandasnya seraya menunjukan salah satu buku rekening.

Kata dia, sisa dana BOS triwulan akhir tahun 2016, masih sebesar Rp70 juta. Dan, salah satu penggunaan dana tersebut adalah untuk membayar honorarium guru-guru honor.

“Kalau ada tidak sesuai, saya yang akan diperiksa. Karena saya yang bertanggung jawab. Ada uang 70 juta rupiah, ini dana BOS. Kalau saya mau diperiksa, ini ada bukti. Kalau saya menyelewengkan artinya saya yang dapat hukum. Jika tidak nanti lihat juga,” tukasnya.

Aksi segel yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia, Yohanes Indouw ini agaknya kurang mendapat respon dan dukungan lainnya. Ini terlihat ketika sejumlah guru yang dimintai tanggapannya mengaku, aksi segel sekolah ini dilakukan oleh oknum guru saja. Bukan aspirasi semua guru SMPN 06.

“Sejak lama memang sudah ada rencana mau segel sekolah, sebelum liburan panjang natal dan tahun baru. Masalahnya apa, saya sendiri kurang tahu. Kalau ada masalah dengan kepala sekolah, saya kurang jelas. Mungkin ini aspirasi,” ujar salah lainnya, Engel Berthus.

Baca Juga:  SMPN 06 Manokwari Awali Tahun Pelajaran 2018 dalam Keadaan Sekolah Disegel

Di sisi lain, Laurens mensinyalir aksi segel ini juga berkaitan dengan proses pergantian jabatan kepala sekolah SMPN 06. Ia telah mendapatkan SK baru dan akan bertugas sebagai kepala SMPN 03 Kwawi. Saat ini, hanya menunggu sejahtera jabatan saja.

“Pergantian pejabat itu banyak orang yang gak tidak senang. Kalau mau jadi kepsek harus punya dasar. Jangan pakai nama guru-guru. Jangan anak sekolah jadi korban. Saya akan sampaikan ke dinas dulu masalah ini,” ucapnya.

Data yang dihimpun PBOke (Papuabaratok.com), tercatat jumlah murid SMPN 06 sebanyak 700 an. Dengan penerimaan dana BOS per semester mencapai Rp190 juta.

Penulis :Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!