Portal Berita Papua Barat

Kerap Disalahgunkan, Ketua LMA PB : Orangtua Dulu Minum Miras Untuk Persaudaraan

0 175
Foto : Istimewa
Manokwari,Papuabaratoke.com – Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua Barat Maurids Saiba mengatakan bahwa minuman keras (Miras) atau minuman lokal (Milo) yang terbuat dari pohon enau atau Ampau di daerah Manokwari menjadi minuman tradisional yang dikonsumsi para orangtua jaman dulu untuk membangun hubungan persaudaraan.

Misalnya pada acara perkawinan sebagai media pemupuk persaudaraan sesama masyarakat. Berbeda dengan jaman sekarang, sebab milo dijadikan sebagai miras yang justru menimbulkan kasus criminal.

“Dulu orangtua kita minum Ampau atau minuman lokal lainnya seperti Balo di acara-acara tertentu untuk bangun persaudaraan. Tapi sekarang yang diracik sangat memicu persoalan yang mengarah kepada tindakan kriminal,” kata Saiba saat dihubungi dibalik telepon, Selasa malam.

Milo Ampau merupakan miras yang dibudidayakan sejak jaman dulu bahkan menjadi andalan bagi orantua dulu, bahkan saat dikonsumsi mereka tidak melakukan keributan, pekelaian bahkan pembunuhan. Namun kalau sekarang justru sangat berbeda sekali, terutama generasi yang ada saat ini salah manfaatkan milo.

Kata dia, kabupaten Manokwari merupakan ibu kota provinsi Papua Barat, maka daerah ini harus menjadi contoh. Sebab kalau dibiarkan terus begitu, maka miras akan menjadi pemicu tingginya kasus kriminal. Untuk itu miras harus ditertibkan, baik miras label dan non label harus ditertibkan, bila perlu dibasmi saja.

“Miras harus dibasmi bersama-sama,” katanya. Dan kalau boleh kabupaten/kota se Papua Barat tertibkan miras dengan perkuat menggunakan Perda,” pungkasnya.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung

 

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!