Portal Berita Papua Barat

KN Kumbakarna, Perkuat SAR Manokwari Jelajah Perairan Papua Barat

0 112
KN Kumbakarna
KN Kumbakarna – Penyambutan langsung oleh Kepala SAR Kabupaten Manokwari Ludiyanto, dan kru kapal, serta didampingi Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Kamis (4/1/2018) di Dermaga Pelabuhan Cokran Sarini, Manokwari.

Manokwari, Papuabaratoke.com – KN Kumbakarna.  Kapal Negara (KN) Kumbakarna 244 kembali perkuat SAR Manokwari, dalam evakuasi dan pertolongan saat jelajah perairan laut Papua Barat.

Hal ini terlihat saat penyambutan langsung oleh Kepala SAR Kabupaten Manokwari Ludiyanto, dan kru kapal, serta didampingi Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Kamis (4/1/2018) di Dermaga Pelabuhan Cokran Sarini, Manokwari.

Kapal yang mulai dioperasikan hari ini, Kamis (04/01/2018) tersebut, merupakan kapal baru dengan Spesifikasi dan teknologi lebih muktahir. Dan dilengkapi fasilitas bertaraf internasional.

KN SAR Kumbakarna buatan dalam negeri yakni PT Palindo Marine Batam juga diproduksi bersama dua kapal lainnya, yaitu KN dan Kapal SAR Ramawijaya, dan KN SAR Bharata.

Kepala BPBD Provinsi Papua Barat Derek Ampnir, S.sos,MM mengatakan,
dengan hadirnya kapal SAR KN Kumbakarna diharapkan mampu dan menunjang tugas SAR terutama di perairan laut Papua Barat.

Dimana memiliki frekuensi kecelakaan atau bencana di perairan yang kerap tak terduga. Hal itu menurutnya karena banyaknya nelayan tradisional yang sarananya belum memadai.

Seperti lanjut dia menyebutkan, kejadian tenggelamnya salah satu nelayan di Perairan laut tanjung Kasuari, Suprauw Kota sorong kemarin dikarenakan iklim cuaca ombak yang tidak bisa diprediksi tetap.

“Kecelakaan atau bencana di perairan laut Papua Barat masih sering terjadi. Utamanya adalah para nelayan-nelayan tradisional yang kelengkapan kapalnya masih belum memadai. Tapi mereka kan berlayar untuk cari makan, melalui tangkapan hasil laut. Kemudian ada beberapa yang terkait dengan angkutan penumpang, sehingga saya tidak menyalahkan siapa-siapa, tetapi dengan kondisi frekuensi yang demikian maka kesiapsiagaan kantor SAR perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tak Jelas, Bupati Mandacan Akan Panggil Direktur RSUD dan Kapus

Menurut Ampnir, dimana jika terjadi bencana di perairan laut, yang sangat menentukan adalah pertolongan dan evakuasi serta sikap tanggap dalam melakukan upaya pencairan serta penyelamatan.

“Jadi kapal ini merupakan bagian dari sistem penanggulangan bencana, peran fungsi dari kapal ini berperan melakukan tindakan upaya pencarian dan penyelematan. Hal ini merupakan demonisasi tugas pokok dan tupoksi dari SAR,” ucapnya.

Sebab sektor komando peranan yang paling bertanggung jawab dalam upaya tindakan penyelamatan korban bencana adalah SAR. Sehingga kapal ini dilengkapi navigasi yang sangat lengkap. Melakukan tugasnya di seluruh pesisir perairan Laut Papua Barat.

“Kapal ini dibuat sejak tahun 2015 lalu. didukung teknologi canggih. Sistem navigasinya canggih, bisa searching objek-objek di permukaan dan sekitarnya,” jelas dia.

Derek berharap dengan kecanggihan peralatan yang ada di kapal tersebut, tugas SAR akan lebih efisien misalkan untuk pencarian korban di laut.

“Kapal ini bisa juga mengetahui posisi kapal lainnya. Saat digunakan untuk pencarian, peta juga menunjukkan kedalaman lautnya,” ungkap Derek Ampnir.

Editor : Kris Tanjung
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!