Portal Berita Papua Barat

Komitmen Pertamina TBBM Manokwari untuk Kelancaran Distribusi BBM

0 218
Pertamina TBBM Manokwari
Pertamina TBBM Manokwari – PT. Pertamina (Persero) TBBM Manokwari Marketing Operation Region VIII dipalang dan dituntut angkat kaki alias meninggalkan tempat, oleh masyarakat pemilik hak ulayat, Kamis (1/3/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Pertamina TBBM Manokwari.  Operation Head (OH) TBBM Manokwari Jefri Makahekung menyatakan jika terjadi gangguan dalam distribusi BBM misalnya pemalangan dan terbatasnya akses distribusi.

Hal itu akan berpengaruh terhadap penyaluran BBM dan akan merugikan masyarakat. Demikian diutarakan Jefri terkait unjuk rasa masyarakat yang dilakukan di kantor TBBM Manokwari terkait kepemilikan tanah atas lahan TBBM, Kamis (1/3/2018) pagi.

“Masyarakat akan rugi jika distribusi terhambat sebab tidak hanya untuk kebutuhan bahan bakar masyarakat saja yang terganggu tetapi untuk industri, seperti PLN yang menyediakan listrik di Manokwari akan terpengaruh,” ujar Jefri melalui siaran pers yang diterima Redaksi PBOKe (Papuabaratoke.com).

Baca Juga:  38 Tahun Gunakan Tanah Adat Tanpa Bayar, PT Pertamina TBBM Manokwari Dituntut Angkat Kaki

Ujuk rasa di depan kantor Terminal BBM Manokwari dilakukan oleh sekelompok Masyarakat Adat dari suku Arfak. Mereka menuntut ganti rugi atas lahan TBBM Manokwari. Aksi massa yang dilakukan adalah untuk kali keduanya.

Kata Jefri unjuk rasa dan potensi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, seperti pemblokiran dan pemalangan akan berpengaruh secara langsung terhadap operasional Pertamina dalam kegiatan distribusi BBM khususnya di wilayah kerja TBBM Manokwari.

Unit Manager Communication dan CSR Market Operation Regional (MOR) VIII Maluku-Papua Eko Kristiawan meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Dan, putusan dari pengadilan terkait dengan permasalahan kepemilikan tanah atas lahan TBBM Manokwari.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di tingkat Mahkamah Agung. Pertamina tetap fokus melayani distribusi BBM bagi masyarakat. Kami berharap agar distribusi BBM untuk wilayah Manokwari dan sekitarnya tidak terganggu,” ujar Eko.

Termina BBM Manokwari sebagai objek vital nasional berdasar Keputusan Menteri ESDM No.3407K/07/MEM/2012. Dimana, status kepemilikan pertamina atas lahan yang dipergunakan sebagai TBBM diperoleh secara sah dari hibah Pemerintah Daerah sejak tahun 1982.

Dan, berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama PT Pertamina (Persero) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional. Sengketa atas status kepemilikan tanah TBBM Manokwari oleh masyarakat adat, saat ini dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung RI.

Jefri menjelaskan, PT Pertamina (Persero) melalui Terminal BBM Manokwari di Kabupaten Manokwari merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Pemerintah dalam penyediaan dan distribusi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Manokwari dan sekitarnya.

Selain beroperasi dalam mendistribusikan BBM, Eko menambahkan, PT Pertamina TBBM Manokwari juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Terminal BBM Manokwari memiliki kapasitas total 7.700 kilo liter (KL) yang terdiri bahan bakar jenis Premium, Pertalite, Avtur, Kerosine, dan Solar.

TBBM Manokwari saat ini melayani pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat di wilayah Manokwari dan kebutuhan bahan bakar bagi industri PT PLN (Persero).

Di mana, PLN Cabang Manokwari menyediakan kebutuhan listrik bagi beberapa wilayah kabupaten di Papua Barat, seperti Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak, dan Kabupaten Teluk Wondama.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!