Portal Berita Papua Barat

Komunitas Anak Air Manokwari Ajak Warga Gelorakan Kebersihan Laut

0 56
Komunitas Anak Air Manokwari
Komunitas Anak Air Manokwari (KAAM) – Indonesia, mengajak masyarakat menggelorakan kebersihan air laut dan sumber mata air.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Komunitas Anak Air Manokwari (KAAM) – Indonesia, mengajak masyarakat menggelorakan kebersihan air laut dan sumber mata air.

“Hal ini kami tegaskan kembali, agar bukan saja pada moment atau dalam rangka peringatan hari air sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret saja. Masyarakat harus berbondong-nondong membersihkan lingkungan sekitarnya, seperti bataran kali, sungai, atau lingkungan sekitar sumber air lainnya,” ujar Toto Riziq selaku Ketua KAAM, Senin (26/3/2018).

Untuk itu, sebagai organisasi kemasyarakatan yang terus menyuarakan menjaga kebersihan lingkungan air, pihaknya mengajak seluruh masyarakat manokwari, bersama-sama wujudkan kebersihan dan kepatutan menggunakan sumber mata air secara cerdas.

Toto pun mengapresiasi kepada anggota KAAM bersama komunitas pesisir, dan komunitas Juventus club’ Indonesia JCI CHAPTER Manokwari yang rutin dan momitmen melaksanakan bhakti sosial pembersihan di lingkungan sumber air dan tempat wisata laut yang ada di Manokwari.

Dimana para komunitas kecil yang sadar akan kebersihan lingkungan air ini, jika dibiarkan maka dampak dari tercemarnya lingkungan sumber air adalah menimbulkan berbagai penyakit. oleh sebab itu pola hidup sehat, dengan menjaga kebersihan lingkungan air adalah hal yang sangat baik dilakukan rutin.

Adapun beberapa tempat yang telah rutin di bersihkan KAAM dan organisasi cinta air lainnya adalah seperti pantai laut BLK yang sekarang menjadi salah satu tempat rujukan berwisata pantai keluarga, tempat wisata pasir putih, dan juga mata air kali Arkuki yang telah di bersihkan dari saratnya sampah rumah tangga pada puncak peringatan Hari air sedunia, sabtu kemarin.

Baca Juga:  KAAM Lestarikan Lingkungan Pesisir Manokwari

“Mata air alam jika mulai terganggu akibat penumpukan sampah, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat itu sendiri. selain itu, jika musim panas tiba, sampah yang menumpuk seperti sungai dan pesisir pantai bisa menjadi sarang penyakit yang ditimbulkam dari Jintik nyamuk misalnya, ini sangat riskan bila tidak serius menangani,” jelasnya

Dimana melalui kegiatan sosialisasi dan gerakan cinta air, dimaksudkan untuk mengajak kembali warga masyarakat menjaga potensi sumber air alam yang debit airnya sudah mulai berkurang, dan akan mengurangi nilai kunjungan wisata bila dibiarkan.

“Jadi sekali lagi kami himbau masyarakat bahu membahu membersihkan sampah-sampah yang menyangkut disekitar mata air. jagalah sungai, kali, dan laut Manokwari tetap bersih agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati indahnya alam dan sumber air di Kota Manokwari,” serunya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com