Portal Berita Papua Barat

Korupsi Proposal Fiktif Terbongkar, Kepala BPKAD PB, Klaim Selalu Terapkan Aturan

0 902
Korupsi Proposal Fiktif Terbongkar
Korupsi Proposal Fiktif Terbongkar – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat, Abia Ullu yang ditemui Papuabaratoke.com usai mengikuti apel pagi, Senin (19/3/2018) di pendopo kantor Gubernur Papua Barat.(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Korupsi Proposal Fiktif Terbongkar.  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat, Abia Ullu mengklaim selalu menerapkan dan mengedepankan aturan pada instansi yang dipimpinnya.

Hal ini dinyatakannya menjawab dan sekaligus menyikapi terbongkarnya dugaan kasus proposal gereja fiktif di BPKAD setempat yang menyeret RS (salah satu oknum PNS), MA dan LJS sebagai tersangka dugaan korupsi penggunaan dana fiktif pembangunan Gereja Alfa Omega Klagete, Kota Sorong yang bersumber dari anggaran APBD tahun 2014 senilai Rp 1 milyar yang saat ini meringkus di tahanan Polda Papua Barat.

Abia Ullu yang ditemui Papuabaratoke.com usai mengikuti apel pagi, Senin (19/3/2018) di pendopo kantor Gubernur Papua Barat, mengungkapkan, bahwa jika dikatakan ada temuan dua proposal pihaknyan hanya menemukan satu proposal.

Baca Juga:  Tersangka Korupsi Gereja Fiktif Dicokok Penyidik Polda Papua Barat di Bekasi

“Tidak mungkin dua proposal, kita buktikan cuma satu saja yang dicatat nama gereja yang dicairkan. Dan di dalam perda anggaran juga tidak ada, jadi cuma satu saja,” ungkapnya.

Ia pun tak mengetahui ihwal ada oknum bawahannya yang ikut bermain dengan melancarkan aksi atau modus pengajuan proposal fiktif.

“Tapi selaku kepala keuangan, saya selalu arahkan, bahwa kerja di keuangan itu pakai aturan. Jadi kalau ada person yang bermain, nanti akan bertemu dengan penegak hukum. Jika salah, hukum yang bertindak,” tegasnya.

Abia juga menuturkan, bahwa yang jelas rumah ibadah apa pun agamanya, BPKAD tak berprasangka buruk hingga dicairkannya proposal yang mengatasnamakan pembangunan gereja tersebut.

“Prinsipnya kita (BPKAD, red) bekerja sesuai aturan itu yang selalu arahkan,” pungkasnya.

Penulis: CLemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!