Portal Berita Papua Barat

Luar Biasa, Batang Pohon Nangka Ini Seharga Rp 15 Juta

0 136
Ukiran Batang Pohon Nangka
Ukiran Batang Pohon Nangka – Ukiran patung pejuang masa lampau di Papua hasil karyanya maestro seni ukir, Elly Krey & (Foto: Clemens Mandacan/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Batang Pohon Nangka.  Kepiawaian seorang Elly Krey dalam membuat karya seni ukir tidak diragukan, kemampuannya sudah tersohor dihampir seantero Tanah Papua. Dengan keuletan dan ketelitian tinggi, Elly mampu mengubanh sebantang pohon nangka menjadi karya seni ukir berbentuk patung lima belas juta rupiah.

Di temui di gerainya di Jalan Yogyakarta, Kelurahan Manokwari Timur, Distrik Manokwari Barat, Kamis (8/2/2018) siang, Elly menuturkan, jika batang pohon nangka itu dibeli dari masyarakat seharga Rp300 ribu.
“Bapak sedang kerjakan patung ukiran pesanan PT Semen Maruni. Patung ini menggambarkan tentang para pejuang perang masa lalu,” kisah Ely kepada PBOke (papuabaratoke.com).

Kepiawaian yang dimiliki seniman kelahiran Kota Karang Panas, Biak Provinsi Papua 67 silam itu, didapat secara turun temurun dari orang. Maklum, keluarganya memang seniman (asli) Papua.
Sekilas, seni ukir berbentuk patung tersebut menunjukan seorang pejuang perang yang berdiri dengan memegang perisai.

“Arti bahwa segagah dan beraninya para pejuang masa lalu, namun mereka juga harus melengkapi diri. Demikian, kita saat ini generasi Papua tentu harus membekali diri dengan ilmu sebagai perisai untuk menghadapi pembangunan di masa yang akan datang,” ucapnya bijak.
Bagian kruwikan dan buledan yang menyusun suatu motif bernilai estetika tinggi nampak pada karya yang dihasilkan sang ‘maestro’ Tanah Papua ini.

Karya seni ukir berupa patung pejuang masa lampau di Papua sedang dikerjakan oleh sang ‘maestro’ seni ukir, Elly Krey. Patung yang terbuat dari batang pohon nangka ini dihargai Rp15 juta. (Foto : Clemens Mandacan/PBOke.)

Tidak mudah memang untuk memmbentuk gambar pada kayu, batu, atau bahan-bahan lain. Seperti, contoh yang dilakukan Elly membuat seni ukur kayu.
“Kurun waktu pengerjaan satu minggu, bapak sudah bisa selesaikan pesanan ini. Dengan modal yang sangat kecil, bapak mampu meraup Rp15 juta. Ini saya sampaikan bukan untuk menyombongkan diri tetapi memberi motivasi kepada seniman yang lain untuk terus berkarya,” tandasnya.

Baca Juga:  Proyek Hutan Mangrove Bernilai 1 M Mubazir

Dipercayakan sebagai pengurus Dewan Kesenian Provinsi Papua Barat, Elly mengajak para seniman lainnya, untuk menampilkan karyanya. Dengan demikian, rasa percaya diri dan tidak malu harus ditumbuhkan dalam setiap diri seniman.

“Jangan malu meski ditampilkan di pinggir halan. Ini akan jadi daya tarik bagi masyarakat, turis lokal maupun manca Negara. Banyak karya seni yang dibuat namun berada di belakang rumah saja, itu tersembunyi bagaiman kita mau eksplor diri, bagaiman kita mau promosikan diri kalau sembunyi-sembunyi,” pungkasnya.

Diakhir ceritanya, Elly tetap mengharapkan generasi muda Papua yang cinta akan seni dan budaya terus kembangkan diri. “Kalau butuh bantuan datang saja ke tempat bapak, pasti bapak akan bantu semampu yang bisa,” imbuhnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
error: Content is protected !!