Portal Berita Papua Barat

Mahasiswa STPP Manokwari Kuliah di Lokasi Pendampingan/Pengawalan APBN-P 2017

0 63
Mahasiswa STPP Manokwari
Mahasiswa STPP Manokwari Kuliah di Lokasi Pendampingan/Pengawalan APBN-P 2017
Manokwari, Papuabaratoke.comMahasiswa STPP Manokwari. Mahasiswa semester tiga Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Manokwari Program Studi Penyuluhan Pertanian dan Peternakan sedang melaksanakan pendampingan/pengawalan APBN-P 2017 yang di sebar di setiap lokasi petani penerima APBN-P 2017.

Pendampingan/pengawalan ini sesuai program Kementerian Pertanian tahun 2017. Meski demikian, hal tersebut tidak serta merta menjadi penghalang untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai mahasiswa.

Dosen STPP Manokwari, Barba Nelvi Sopacua SP. M.Si, Senin (23/10/2017) mengatakan, sesuai kalender pendidikan, saat ini mahasiswa semester 5 (lima), masih dalam tahap perkulihan. Sehingga, pendampingan yang dilaksanakan baik untuk memenuhi kewajiban mahasiawa untuk menerima materi sesuai aturan kalender akademik.

 

Selanjutnya, Nelvi melanjutkan, teknik pembelajaran dilaksanakan lebih banyak dalam bentuk diskusi secara kelompok. Nelvi tak sendiri melakukan perkuliahan, ia bersama rekan satu tim dosen, yakni Ir. La Hambui Semahu, MP rutin memberikan materi kuliah Biofarmaka.

Perkuliahan ini dilakukan sesuai dengan lokasi tempat mahasiswa melakukan pendampingan/pengawalan. Saat ini, perkuliahan dilaksanakan di 3 lokasi, yaitu Madrat, Ungbuwen, dan Prafi.

Dikatakan, dalam sehari tempat dilakukan perkulihan disesuaikan dengan lokasi mahasiswa melakukan pendampingan/pengawalan. Ada yang di lapangan, di bawah pohon seperti yang di lokasi Madrat dan Ungbuwen. Atau pun di ruangan kantor BPP seperti yang di lokasi pendamingan Prafi.

 

“Jadi, meskipun mahasiswa harus melaksanakan program Kementerian Pertanian tetapi mahasiswa juga melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa menerima materi perkulihan. Tidak ada kendala di lapangam saat memberikan perkuliahan. Justru dirasa banyak sekali manfaatnya karena mahasiswa bisa lebih aktif dan kreatif dalam berdiskusi,” ujarnya.

Ditambahkan, perkuliahan ini berjalan lancar dimungkinkan suasana baru dan lebih menyenangkan. Sebab, mahasiswa tidak saja menerima materi dan diskusi. Tetapi bisa langsung praktek untuk setiap mata kuliah yang akan dilaksankan di lapangan.

Baca Juga:  Usaha Penggemukan Sapi dan Kompos Cukup Prospektif di Kalangan Gapoktan

“Harapan kedepannya dengan pola pengajaran di lapangan bisa menjadi acuan untuk memperbaiki sistim perkuliahan yang selalu di kelas. Karena hasil yang didapat mahasiswa ternyata bisa lebih nyaman, kreatif serta aktif apabila sistim atap pola pengajaran langsung di lapangan,” pungkasnya. (*2/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!