Portal Berita Papua Barat

Mahasiswa Unipa Diduga Korban Salah Tangkap, Keluarga Tuntut Oknum Polisi Diproses

0 1.473
Mahasiswa Unipa Diduga Korban Salah Tangkap
Mahasiswa Unipa Diduga Korban Salah Tangkap – Salah satu mahasiswa Universitas Papua, Melvin S. Ronsumbre diduga menjadi korban salah tangkap oleh anggota Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Mahasiswa Unipa Diduga Korban Salah Tangkap.  Salah satu mahasiswa Universitas Papua, Melvin S. Ronsumbre diduga menjadi korban salah tangkap oleh anggota Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat.

Hal ini diungkapkan oleh Yohanis L. Ronsumbre, yang tak lain adalah ayah korban Melvin S. Ronsumbre. Dia menjelaskan bahwa kejadian ini bermula pada, 10 Februari 2018, sekira pukul 01.30 WIT, saat korban (Mahasiswa Unipa, red) yang hendak mencari makanan bersama kedua rekannya, singgah di sebuah mesin ATM yang ada di depan toko bangunan, di jalan Trikora Wosi Manokwari.

Usai mengambil dari ATM, korban bersama dua rekannya dengan menggunakan sepeda motor bermerek Yamaha Type 31B Jupiter Z-CW warna hijau bernomor polisi DD 6951 WU, menyerempet sudut pintu pagar toko tersebut hingga jatuh terbalik dan mesin motor tersebut mati.

Saat menghidupkan kembali mesin motor, 5 orang anggota polisi Polda Papua Barat, dengan inisial Bripka MM, Bripka DS, Bripka HL, Bripka AAJ dan Bripka DMS, menghampiri korban dan kedua rekannya tersebut dengan mengendarai mobil toyota avanza.

“Salah satu oknum anggota polisi ini, bergegas turun menghampiri korab dan lansung mencabut kunci motor, dan menuduh anak saya (Korban) sebagai pelaku pencurian motor (Curanmor),” katanya.

Dari sangkahan dan tuduhan tersebut, lanjut Yohanis, korban mendapat perlakuan kasar yaitu diduga dianiaya tanpa memberi kesempatan kepada korban untuk menjelaskan.

“Setelah korban dipukul dan di tendang di TKP, korban diangkut ke mobil dan lansung digiring oleh kelima oknum ini, ke Polsek Sanggeng wilayah hukum Polres Manokwari. Sesampainya di Polsek korban terus dipukul dan disiksa hingga korban pingsan,” tuturnya.

Setelah dipukul dan disiksa hingga tidak berdaya, korban dituduh dengan tuduhan membawa dan menguasai senjata tajam, namun setelah pengembangan kasus tuduhan terdebut tak terbukti.

Baca Juga:  Mahasiswa Tagih Janji Presiden Tuntaskan HAM Papua
Surat pernyataan keberatan keluarga korban atas insiden dugaan salah tangkap oleh oknum anggota Polisi di jajaran Polda Papua Barat, terhadap salah satu mahasiswa Universitas Papua, Melvin S. Ronsumbre.(Foto: Istimewa)

“Maka obyek tudahan sangkaan dialihkan untuk di buat-buat karena obyek tuduhan yang disangkakan tidak terbukti,” akunya.

Berdasarkan perkara kronologis kejadian ini, pihaknya selaku orangtua korban, menuntut oknum terkait dengan melayangkan surat keberatan ke Polda Papua Barat, tertanggal 15 Februari 2018, salah satunya, meminta oknum polisi tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam isi surat yang dilayangkan pihak keluarga kepada Polda Papu Barat tersebut, untuk memerimtahkan kepada Direktur reserse kriminal umum (Dirreskrimum) Polda Papua Barat, selaku pihak yang bertanggung jawab lansung terhadap proses penangkapan dan penyidikan kasus yang sengaja ditudukan kepada korban Melvin S. Ronsumbre Mahasiswa Unipa semester VI fakultas teknik komputer, agar segera dihentikan penyidikan dan dibebaskan dari segala tuduhan yang disangkakan kepada korban.

Dan sehingga korban dapat mengikuti perkuliahan dengan normal tanpa terganggu karena harus wajib lapor 2 kali seminggu di Ditreskrimum Polda Papua Barat.

Selain itu, meminta Propam Polda Papua Barat menyelidiki sejumlah oknum aparat yang terlibat melakukan dugaan pemukulan, penyiksaan, penganiayaan dan tindakan salah tangkap terhadap korban yang dicurigai sebagai pelaku pencurian motor. Dan agar oknum aparat tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com