Portal Berita Papua Barat

Management PT SDIC Bantah Larang Karyawan Beribadah

0 10
PT SDIC Bantah Larang Karyawan Beribadah
Manager PT SDIC Papua Cement Indonesia, Mr. Wang
Manokwari, Papuabaratoke.comPT SDIC Bantah Larang Karyawan Beribadah.  Manager PT SDIC Papua Cement Indonesia, Mr. Wang membantah keras informasi yang beredar bahwa, perusahaan melarang karyawan untuk beribadah.

“Selama kehadiran PT SDIC di Manokwari, tidak ada larangan untuk semua karyawan beribadah sesuai dengan agama yang dianut. Perusahaan tidak pernah mengeluarkan aturan untuk melarang karyawannya beribadah, tegas Wang didampingi Supervisor HRD, Vion, Selasa (26/9/2017).

Wang mengaku, belum ada aturan perusahaan terkait hari khusus yang diperuntukan bagi karyawan melaksanakan ibadah. “Tidak pernah ada larangan atau batasan karyawan untuk ibadah. Jika ingin beribadah maka karyawan yang mengatur sendiri atau disesuiakan dengan jadwal kerja,” ujar dia.

Meyakinkan bahwa managemen tidak membatasi peribadatan, Wang mengungkapkan, karyawan dapat bertukar shift atau meminta off dengan karyawan lainnya. “Perusahaan mendukung ibadah yang dilakukan setiap karyawan,” tandasnya.

Menurutnya, setiap akhir bulan pada minggu terakhir di akhir pekan, perusahaan mengundang pendeta untuk melaksanakan ibadah bersama. Sehingga tidak mungkin ada larangan dalam hal beribadah.
“Tokoh agama diundang untuk melaksanakan ibadah yang dilaksanakan di kantor Perusahaan. Selain pendeta kita pernah undang Kasat Brimob untuk memberikan arahan. Buka puasa, turut berbagi dengan berbuka puasa bersama di Masjid yang berada di Samping Perusahaan,” ujar Wang lagi.

Wang menilai informasi soal pelarangan beribadah yang tersebar melalui media massa, merupakan informasi yang keliru. “Terkait dengan solat jumat pun tidak dilarang karena menurut mereka pada saat jumat waktu istirahat cukup panjang sehingga dapat digunakan untuk beribadah atau solat,” bebernya.

Sebelumnya, MUI Provinsi Papua Barat mengakui adanya laporan masyarakat yang disampaikan tentang larangan beribadah. Bahkan, Ketua MUI, H. Ahmad Nausrau mengatakan, pelarangan tersebut bentuk praktik komunis. (VWM/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!