Portal Berita Papua Barat

Manokwari ‘Nol Sampah’ Dinilai Hanya Slogan, Ferry Auparay: Harus Pasang CCTV

0 254
Manokwari 'Nol Sampah'
Manokwari ‘Nol Sampah’ – Tumpukan sampah menghiasi bibir jalan di jembatan pasar Wosi menuju Bandara Rendani Manokwari, Sabtu (17/2/2018). Di lokasi ini Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan pernah ikut turun membersihkan bersama jajarannya, dengan menggunakan alat berat pada November 2017 lalu. Namun sejalan dengan itu sampah kembali menampakkan dirinya. Bahkan lokasi ini saat kampanye Manokwari ‘Nol Sampah’, Bupati mengerahkan Satpol PP untuk menjaga lokasi tersebut. Namun lagi- lagi, masyarakat masih kurang sadar akan keindahan dan kebersihan kota.(Foto: Hans Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Manokwari ‘Nol Sampah’.  Pencanangan Manokwari ‘Nol Sampah’ masih dinilai hanya sebatas slogan. Pasalnya, semangat mengkampanyekan Manokwari Nol sampah, dirasakan mulai kendor.

Bahkan kampanye nol sampah yang sempat digaungkan dan digenjot pemerintah daerah (Pemda) Manokwari bersama DPRD tahun lalu dihasilkan membuat rancangan perauturan daerah (Ranperda) sampah.

Dan bahkan pembahasan bersama kampanyekan nol sampah Manokwari, mengerahkan satuan polisi pamong praja (Satpol PP). Yaitu untuk menjaga lingkungan yang dianggap rawan membuang sampah sembarangan.

Menanggapi persoalan sampah di Manokwari, tokoh pemuda Manokwari, Ferry Auparay menyarankan kepada pemerintah untuk pengelolaan sampah diserahkan ke pihak Swasta lewat outsorsing dan dilelang.

Sehingga pengaturan sampah terjamin dan memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat.

“Ini kota kita bersama, maka Pemprov Papua Barat harus mendukung Pemda Manokwari dalam mengatasi sampah bersama-sama. Untuk membuktikan Manokwari ‘Nol Sampah’ maka perlu ada solusi mengatasinya.” kata Ferry Auparay kepada Papuabaratoke.com, Sabtu (17/2/2018).

Auparay menyarankan kepada Bupati Manokwari untuk memasang rekaman CCTV pada lokasi yang dianggap tempat rawan membuang sampah sembarangan oleh oknum masyarakat.

Bahkan untuk mengatasi persoalan sampah, kata Auparay, media ikut berperan penting untuk menyediakan halaman khusus dan beritakan warga yang hendak membuang sampah sembarangan agar diketahui publik.

“Ketika ada manusia maaf ‘ib**s’ yang membuang sampah sembarangan harus dipublis ke publik, sehingga rasa malunya terlihat karena suka membuang sampah sembarangan. Jadi harus pasang rekaman CCTV supaya ketauan kelakuan oknum warga yang sering buang sampah sembarangan” tegas Auparay.

Dia juga meminta Pemda mengaktifkan kembali peran Satpol PP untul mengawasi prilaku masyarakata yang kurang sadar akan kebersihan.

Manokwari ‘Nol Sampah’.(Foto: Hans Warpur/PBOKe)

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, gencar Manokwari ‘Nol Sampah’ masih terkesan slogan saja. Tumpukan sampah dengan mudah dilihat dipinggiran jalan di beberapa titik kota Manaokwari.

Baca Juga:  Dinilai Tak Transparan, Disnakertrans Laporkan CSTS LNG Tangguh ke Pengawas Pusat

Diantaranya, sepanjang yang mengarah jembatan pasar wosi tepatnya depan pasar daging Manokwari, pinggiran jalan Suawpen menuju kantor balai jalan, pinggiran tanjakan jalan manggoapi menuju amban dan masih terdapat di beberapa titik lainnya.

Bahkan, sebelum Satpol PP Manokwari diperintahkan menjaga sekitar jembatan pasar Wosi tepat di depan pasar daging, pada November 2017 lalu, Bupati dan jajaran ikut turun membersihkan sampah dibantu alat berat.

Namun waktu bejalan sampah kembali dibuang dan sekarang ini sampah tertumpuk hingga meluas ke jalan utama.

Wakil Ketua DPRD Manokwari, Frangky Awom yang ditanya terkait raperda sampah dan menyikapi hal ini menjawab, sudah sampai pada tahap penetapan dan akan dibuatkan dalam bentuk peraturan bupati.

“Tinggal bagaimana eksen dari organisasi pimpinan daerah (OPD) di Pemda Manokwari untuk menjalankannya,” ujarnya singkat.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com