Portal Berita Papua Barat

Mengangkat Harkat Martabat OAP Jadi Impian, Ini Harapan Akademisi Manokwari

0 34
Harkat Martabat OAP, STIH Manokwari
Harkat Martabat OAP – Akademisi Manokwari Filep Wamafma, SH., M.Hum.

Manokwari, Papuabaratoke.com – Harkat Martabat OAP.  Mengangkat harkat dan martabat serta perlindungan terhadap hak dasar Orang Asli Papua (OAP) menjadi impian dan cita-cita akademisi Manokwari, Filep Wamafma, SH., M.Hum.

Wamafma yang merupakan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari ini, memiliki harapan di tahun 2018 ini, pihak-pihak yang selama ini mengatasnamakan OAP, sudah saatnya mempersatukan komitmen dalam segala aspek kebijakan.

“Di tahun (2018) ini, saya mengembangkan suatu impin besar yaitu, perlu adanya proteksi di segala bidang untuk OAP. Maka perlu ada kesadaran baru terhadap semua pemimpin OAP di daerah, satukan komitmen bersama, bersatu menjaga Papua dengan memproteksi Hak-hak dasar OAP dalam perencanaan program- program afirmasi, alokasi dana Otsus berbasis kebutuhan, seperti, Pendidikan, Kesehatan semua hal yang berkaitan dengan afirmasi bagi OAP,” ungkap Wamafma kepada Papuabaratoke.com, Selasa (02/01/2018).

Untuk itu, ia mengharapkan eksekutif (Pemerintah Daerah) dan legislatif (DPR PB) serta MRP sebagai lembaga kultur, harus menjamin di tahun ini dan tahun akan datang bersinergi melahirkan kebijakan keberpihakan kepada OAP.

“Saya berpendapat jika para pemimpin OAP dan Pemerintah Daerah (Pemda) bersatu memproteksi Hak-hak dasar OAP, maka sudah pasti “mereka” yang hanya mencari nama atas nama OAP, harus menyusun program berpihak bagi OAP,” tukas dia.

Bukan hanya itu, Akademisi yang juga pernah melakukan penelitian hukum adat OAP ini, mengingatkan bagi para pemangku kepentingan yang mengatasnamakan OAP, sudah semestinya menyadari apa yang harus dilakukan.

“Tanggung jawab moral mereka yang mengatakan mengerti tentang OAP, sudah saatnya sadar. Jangan hanya berkoar di baris depan hanya untuk sesuap nasi dan jabatan, padahal hanya menjadikan OAP sebagai objek,” cetus Wamafma.

Baca Juga:  Panglima Parjal: Kontribusi Alumni STIH Harus Mampu “Merahkan” Hukum di Masyarakat

“Mari kita OAP bersatu, Rumpun Ras Melanesia suku-asli Papua, bahwa tantangan itu nyata walau ini sifatnya diskriminasi, tetapi bagi saya ini diskriminasi yang positif sehingga OAP bersatu dan OAP kuat dan OAP membangun,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com