Portal Berita Papua Barat

Minim Pengawasan, TKA Terendus Marak di THM Manokwari

0 172
TKA Terendus Marak di THM Manokwari
TKA Terendus Marak di THM Manokwari – Kepala Imigrasi Manokwari Christian Penna.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – TKA Terendus Marak di THM Manokwari.  Tenaga Kerja Asing (TKA) mulai marak ditemukan di tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Manokwari. Hal ini karena dinilai minimnya pengawasan.

Untuk itu, instansi pengawasan orang asing dalam hal ini Imigrasi Kelas II A Manokwari diminta lebih jeli melakukan pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Papua Barat khususnya di Manokwari.

Pasalnya, berdasarkan hasil investigasi yang dihimpun media ini, terendus alias disinyalir, sejumlah THM di Manokwari, diindikasi memperkerjakan (Ladies) TKA asing untuk melayani para tamu secara illegal. Dan bahkan tak tanggung-tanggung para tamu diminta membayar dengan tarif yang sangat mahal untuk mendapatkan pelayanan plus dari para perempuan – perempuan asing tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Imigrasi Manokwari Christian Penna yang berhasil ditemui, Kamis (22/3/2018), tak menampik kondisi tersebut.

Dan mengatakan, Kabupaten Manokwari sebagai salah satu pintu masuk orang asing secara bebas yang belum terkontrol jumlah keberadaannya secara baik.

Kata dia, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan juga transparansi para pemilik usaha seperti penginapan dan hotel, serta rumah sewa atau kos-kossan yang sengaja tak memberikan laporan keberadaan para orang asing tersebut.

“Pengawasan telah kita lakukan, meski belum maksimal. Oleh sebab itu kami butuh perhatian dan kerja sama semua pihak. Terutama bagi mereka yang memberikan perlindungan tempat tinggal dan atau adanya TKA yang kerja dan menginap di hotel atau penginapan atau bahkan dipekerjakan,” ucap Christian.

Baca Juga:  Desak Perketat Ijin TKA, Pansus DPD Siap Kunjungi Manokwari

Disunggung adanya indiksai para TKA yang dikerjakan sebagai pelayan tamu plus-plus di THM, baik secara permanen dan atau freelance (Pekerja lepas), Christian menegaskan sekaligus mengingatkan bagi para pengusaha karoke segera melaporkan perkerjanya warga asing.

“Setiap orang yang memberikan penginapan atau hotel sudah jelas dalam perundangan harus melaporkan kehadiran para warga asing ke pihak Imigrasi setempat. Ini sebagai bentuk pengawasan. Jika tidak, ketika kami sebelum kita tindak secara hukum,” cetusnya.

Dia juga menegaskan, pihaknya akan melaksanakan pengawasan dan penindakan melekat dan ketat terhadap instansi atau lembaga apa pun yang memperkerjakan TKA. Sehingga akan lebih mudah dikontrol ketika yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

“Intinya pengawasan terhadap orang asing adalah bukan tanggung jawab Imigrasi saja,” pungkasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!