Portal Berita Papua Barat

Miris, Mahasiswa Pelajar Asal Puncak Jaya Tinggal di Pondok Atapkan Terpal

0 5

Papuabaratoke.com – Yekison Murib, Ketua Ikatan Mahasiswa Puncak Jaya, meminta agar pembangunan asrama mahasiswa di kabupaten Manokwari di utamakan.

Saat ini kami memilih tinggal di pondok sederhana, yang kami buat sendiri, kami tak punya pilihan lain, lantaran masa sewa kontrakan tempat pemondokan yang dibiayai Pemkab Puncak Jaya akan segera berakhir.

Kemudian pemilik kontrakan sudah menaikkan harga sewa, jauh di atas biaya yang disiapkan Pemkab Puncak Jaya sebesar Rp. 12 Juta per tahun. Ujar Yekison kepada pekerja pers. Sabtu (8 Juli 2017).

Pemkab Puncak Jaya diminta secepatnya menyiapkan tempat pemondokan baru yang lebih luas agar mampu menampung lebih banyak  mahasiswa maupun pelajar. Tempat pemondokan yang ada sekarang hanya memiliki dua kamar berukuran kecil sehingga  hanya bisa  menampung lima orang.

“Jumlah mahasiswa kami di sini 96 orang dan 5 orang pelajar. Mulai hari ini kami semua tinggal di pondok karena rumah sewa sudah habis. kami tak punya uang untuk sewa tempat lain lagi,” tutur Yekison Murib.

Dalam pertemuan yang digelar bersama Mahasiswa Puncak Jaya di Kompleks Swapen Perkebunan Manokwari, ia menilai lambannya respon Pemkab Puncak Jaya terhadap situasi  yang mereka hadapi selama ini.

Sejak 2010 seiring makin bertambanya jumlah mahasiswa, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan agar Pemkab membangun asrama untuk mahasiswa dan pelajar di Manokwari. Sebagai tahap awal, mereka mengusulkan Pemkab mengontrak rumah yang besar untuk dijadikan asrama sementara, sampai asrama permanen tersedia.

Terpisa, Ketua DPO Ikatan Mahasiswa Puncak Jaya Manokwari, Desmin Murib mengatakan “kita sudah ajukan proposal ke Dinas Sosial, Bappeda, DPRD juga ke Bupati, tapi sampai sekarang belum ada jawaban,”karena tidak memiliki pemondokan yang memadai, selama lebih kurang 7 tahun, banyak mahasiswa yang tinggal berpindah-pindah.

Baca Juga:  Ini ‘Penyebab’ Minimnya Tenaga Penyuluh Pertanian di Manokwari

Sebagian dari mereka numpang tinggal di asrama Timika, Tolikara juga beberapa asrama mahasiswa asal kabupaten di wilayah pegunungan tengah lainnya. “Sebagian lain tinggal di pondok-pondok saja. Ada 7 pondok di sini itupun di dalamnya yang tinggal ada 3 sampai 5 orang saja” ungkap Desmin.

Mereka juga berharap Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai mantan Bupati Puncak Jaya, ikut  turun tangan membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi.

“Kami minta Bapak Gubernur Lukas Enembe sebagai putra dari Puncak Jaya mendorong Bupati Puncak Jaya untuk segera mengambil langkah untuk menjawab aspirasi kami,” sambung  Demi Jikwa, sebagai senior  sekaligus pembina Ikatan Mahasiswa Puncak Jaya Manokwari.(VIO/TimPBOKe)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!