Portal Berita Papua Barat

Ombudsman Sebut Masih Ada Pelanggaran dalam Pelaksanaan Ujian Nasional

0 59

- Advertisement -

Pelanggaran dalam Pelaksanaan Ujian Nasional
Pelanggaran dalam Pelaksanaan Ujian Nasional – Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kantor Perwakilan Provinsi Papua Barat, Rosalina Selaya. (Foto : Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pelanggaran dalam Pelaksanaan Ujian Nasional.  Proses pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP dan SMA/SMK di wilayah Provinsi Papua Barat berjalan cukup lancar.

Kendati demikian, masih ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini sekolah, pengawas ujian, dan perserta ujian.

Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Kantor Perwakilan Provinsi Papua Barat, Rosalina Selaya mengatakan, pengawasan ujian nasional difokuskan pada tiga indokator, yaitu penyelenggara, pengawas, dan peserta.

“USBN tingkat SMK, kami temukan ada beberapa peserta yang terlambat. Pengawas dilarang menggunakan handphone di dalam ruang tapi ada yang gunakan. Ada kami punya bukti. Penyelenggara pun kami nilai belum siap,” kata Rosalina.

Kata dia, ketidaksiapan pihak penyelenggara/sekolah adalah kurangnya penyampaian informasi kepada pengawas ujian. Pasalnya, masih ada yang menggunakan handpohone saat melakukan pengawasan termasuk tidak melarang yang bukan peserta ujian untuk masuk ke ruangan ujian.

“Ketika ada pengawas eksternal ke sekolah itu dilarang masuk ke ruang ujian tetapi ini tidak dilarang dan biarkan masuk saja, termasuk media juga bisa masuk ke ruangan ujian. Ini tidak boleh,” ujar dia sembari mengatakan ini terjadi di sejumlah sekolah di tingkat SMP, SMA, dan SMK.

Dikatakan, kondisi ini terjadi karena minimnya persiapan pihak penyelenggara. Dimana, kepala sekolah maupun panitia pelaksana ujian belum paham dengan aturan tersebut.
“Setiap temuan yang kami dapati langsung disampaikan ke pihak sekolah, dinas, dan ke pusat juga. Ini dimaksudkan agar pelaksanaan ujian pada hari berikutnya tidak lagi terjadi,” ujar Rosalina yang juga menjabat Plh. Kepala ORI Perwakilan Provinsi Papua Barat.

Rosalina mengungkapkan, pelaksaan ujian di sejumlah sekolah juga diwarnai dengan insiden pemadan listrik. Sehingga berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan ujian. Kondisi ini sudah terjadi pada pelaksanaan ujian tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Kawal Pencegahan Maladministrasi, Ombudsman dan ATR BPN Teken MoU

“Hal ini teknis tetapi pihak sekolah memastikan tidak mempengaruhi ujian karena data yang dimasukan perserta tetap tersimpan,” ungkapnya.

Di Manokwari pelaksanaan USBN tingkat SMP banyak masih menggunakan ujian nasional kertas pensil (UNKP). Berbeda dengan tingkat SMA/SMK yang sudah banyak perubahan.
“Secara keseluruhan proses pelaksanaan ujian berjalan baik, tidak ada pelanggaran yang serius yang terjadi di sekolah. Ini juga kita sudah konfirmasi dengan pihak dinas (pendidikan),” tandasnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!