Portal Berita Papua Barat

Otsus Semestinya Berpihak Pada OAP, Pemda Diminta Tak Abaikan

0 52
Otsus Semestinya Berpihak Pada OAP
Otsus Semestinya Berpihak Pada OAP – Tim monitoring terdiri dari Perwakilan DPRD Kabupaten Manokwari Komisi A, Ny. Ayu H. Batarai Perwakilan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manokwari diwakili oleh kepala sub bagaian (kasubag) Pengumpulan informasi dan pemberitaan Yohanes Ada Lebang, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari diwakili Kasubag Program, Joice Syaranamual, dan Program Manajer dalam program Literasi kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Manokwari, DFAT, UNICEF dengan mitra kerja YPPK-KMS Nety Torano. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Otsus Semestinya Berpihak Pada OAP.  Kehadiran otonomi khusus semestinya berpihak kepada orang asli papua (OAP). Untuk itu pemerintah daerah (Pemda) diminta tak mengabaikan amanat tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Manokwari Ayu H. Batarai, menuturkan persoalan honor sekolah yang berlarut-larut hingga saat ini, dikarenakan masih banyaknya tenaga guru yang belum terangkat menjadi honor daerah dengan kondisi keuangan daerah dan jumlah kuota honorer yang sudah terpenuhi sebanyak 1500 orang.

“Konsentrasi pemda baik provinsi maupun kabupapaten Manokwari harus menjadi prioritas dan penting dalam upaya memberdayakan anak negeri (OAP),” ungkap Ayu saat bersama Tim Monitoring di SD YPK Sion Sidey distrik Masni Kabupaten Manokwari, Rabu (21/3/2018).

Sementara kepala sub bagaian (Kasubag) Pengumpulan informasi dan pemberitaan Yohanes A. Lebang menekankan otsus harus benar-benar berpihak untuk OAP. Disamping itu sanitasi serta partisipasi kampung perlu disinergikan menuju kampung cerdas dan mandiri.

Disamping itu, Tim monitoring di SD YPK Sion Sidey menekankan bahwa pengetahuan dan keterampilan guru disaat tuntunan era globalisasi harus ditunjang dengan informasi teknologi yang memadai dan kesejahteraan menjadi prioritas dengan komitmen otsus.

Pelatihan In House Training bagi kepala sekolah dan guru-guru program penguatan literasi kelas awal (kelas 1-3) pada 20 sekolah pinggiran dan terpencil, kerjasama antara dinas pendidikan, pemuda dan kebudayaan kabupaten Manokwari bersama DFAT Department of Foreign Affairs and Trade (Pemerintah Australia) dan UNICEF dengan mitra kerjsama Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari Sorong (KMS).

Wilayah Manokwari tersebut Tim monitoring terdiri dari Perwakilan DPRD Kabupaten Manokwari Komisa A, Ny. Ayu H. Batarai Perwakilan Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manokwari diwakili oleh kepala sub bagaian (kasubag) Pengumpulan informasi dan pemberitaan Yohanes Ada Lebang, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari diwakili Kasubag Program, Joice Syaranamual, dan Program Manajer dalam program Literasi kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Manokwari, DFAT, UNICEF dengan mitra kerja YPPK-KMS Nety Torano.

Baca Juga:  STIH Terjunkan Ratusan Mahasiswa KKN, Wamafma: Sarjana Hukum Jadi Primadona

Kemudian, Nety Torano, berharap agar program yg akan berakhir dibulan juni 2018 dapat berlanjut dengan saran program lainnya dalam pengembangan dunia pendidikan

Hasil yang diharapkan dari Tim juga yaitu meningkatnya kemampuan dan ketrampilan guru dalam pengajaran literasi, khususnya ketrampilan fonik, terutama prinsip -prinsip literasi.

Disamping itu tim juga menemukan bahwa masih minimnya fasilitas penunjang ketrampilan dan sumber pengetahuan bagi guru berupa listrik, Komputer/internet, televisi, infokus, buku ajar maupun buku siswa.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!