Portal Berita Papua Barat

Panglima Parjal: Kontribusi Alumni STIH Harus Mampu “Merahkan” Hukum di Masyarakat

0 143
Kontribusi Alumni STIH
Kontribusi Alumni STIH – Panglima Parjal Manokwari, Ronald Mambiauw
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kontribusi Alumni STIH.  Kehadiran Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, telah banyak memberikan kontribusi. Meski demikian, kontribusi para alumni salah satu kampus tertua di Tanah Papua ini harus mampu “merahkan” hukum di tengah-tengah masyarakat.

Harapan itu diutarakan Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Ronald Mambieuw. Ia mengatakan, alumni STIH identik dengan almamater merah – warna yang cerah dan melambangkan keberanian, wajib mengedukasi pemahaman hukum kepada masyarakat semerah almamaternya.

“Sarjana STIH, ilmunya kental dengan hukum. Harus lebih aktif mengedukasi masyarakat khususnya bagi orang asli Papua agar tidak terjerat hukum. Kita hidup di negara hukum, pemahaman hukum masyarakat harus semakin baik dengan hadirnya para sarjana hukum,” kata Ronald, Kamis (22/2/2018).

Menurut Ronald, alumnus jas merah harus mampu tampil di barisan terdepan. Dalam menyuarakan kebenaran hukum dan pendidikan hukum bagi khalayak di daerah ini, terutama dalam konteks pelanggaran HAM dan masalah hukum lain yang dihadapi masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat yang awam hukum dapat memahami hukum dengan baik. Ilmu hukum beda dengan ilmu sosial atau budaya. Hukum itu pasti, maka harus di pastikan masyarakat asli Papua khususnya di Papua Barat sudah semakin mengerti akan hukum,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Ronald juga meminta almnus STIH menyuarakan hukum dalam konteks pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua.

“Jangan pasif, ada beban moril dengan titel yang disandang. Bila perlu alumnus STIH menjadi corong di lapangan. Kami minta agar alumnus jas merah harus wujudkan ilmunya bagi rakyat di Papua. Papua adalah zona rawan hukum,” pungkasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com