Portal Berita Papua Barat

Pasca Rumah Terbakar, Doansiba Harap Bantuan Pemda Manokwari

0 102
Harap Bantuan Pemda Manokwari, Pemprov Papua Barat, BPBD Papua Barat, Derek Ampnir
Harap Bantuan Pemda Manokwari – Korban Kebakaran di Kompleks Reremi Palapa, masih tidur di tenda darurat pemberian BPBD Papua Barat, Kamis (10/01/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

 

Manokwari, Papuabaratoke.com – Harap Bantuan Pemda Manokwari.  Musa Doansiba, salah satu pemilik rumah yang ikut terbakar di kompleks perumahan Reremi Palapa, RT 03/RW 12 Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Selasa (09/01/2018) lalu, mengharapkan uluran tangan Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari.

Doansiba yang berprofesi sebagai salah satu Mantri di kampung Testega mengatakan, sejak kejadian kebakaran yang menimpa rumahnya dan beberapa saudaranya, Yance Dowansiba, dan Orgenes dowansiba, Habel Dowansiba serta Yusak Dowansiba, mengeluhkan kurangnya perhatian Pemda Manokwari atas peristiwa yang dialami.

“Saya harap ada secepatnya Pemda Manokwari datang lihat musibah yang menimpa kami. Sampai sekarang belum ada respon dari Pemda. Kami dengar hari ini, Kamis (11/01/2018) mereka (Pemda, red) mau datang. Tapi sampai sekarang belum ada,” keluhnya saat ditemui di tenda pengungsian, Kamis (11/01/2018) pagi.

Ia mengatakan, justru bantuan datang dari Pemprov Papua Barat melalui BPBD Papua Barat, berupa pemasangan tenda pengungsian dan dapur darurat. Dan bantuan sembako dari BPKAD.

Harap Bantuan Pemda Manokwari, Pemprov Papua Barat, BPBD Papua Barat, Derek Ampnir
Sembako Seadanya yang diberikan oleh warga dan Staf BPKAD Papua Barat. (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

“Hanya dari kepala BPBD, Pak Derek Ampnir yang bantu pasang tenda darurat. Dan ada bantuan snack dan sembako berupa Mie Instan dan Beras 3 karung dari staf BPKAD,” aku dia.

Dia mengatakan, yang menempatai 4 kopel rumah yang terbakar ini berjumlah lebih dari sepuluh Kepala Keluarga. Dan kata dia, ada sekitar 40 jiwa jika semua dari kampung Testega datang ke kota.

Musa juga berharap agar Pemda dapat membuat kebijakan untuk mencetak kembali ijazah, SK pengangkatan dan surat penting berharga lainnya yang ludes terbakar.

“Anak-anak saya punya ijazah dari SD SMP dan SMA terbakar semua. Ada laptop dan printer, televisi 2 buah, serta uang Rp. 64,5 juta ikut terbakar. Saya harap Pemda dapat memberikan kebijakan melalui SKPD terkait mencetak kembali surat dan ijazah ini. Karena penting anak saya mau pakai daftar kuliah di Jakarta,” pintanya.

Baca Juga:  Usaha Mesin BBM Eceran Dinilai Tak "Steril"
Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com