Portal Berita Papua Barat

Pedagang Tak Sepakat Pintu Masuk ‘Kali Konto’ Ditutup

0 40
Pedagang Tak Sepakat
Pedagang Tak Sepakat – Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng Amir Habbe. Asosiasi menolak rencana penutupan akses masuk kendaraan melalui kali konto. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pedagang Tak Sepakat.  Instruksi Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan untuk menutup akses masuk kendaraan bermotor di pintu masuk ‘kali konto’. Dinilai tidak tepat karena akan mematikan usaha para pedagang di Pasar Sentral Sanggeng.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng Amir Habbe mengatakan pintu masuk tersebut tidak boleh ditutup, karena di lokasi ini terdapat sebagian besar pedagang yang menjajakan jualannya.

“Saya secara pribadi sangat setuju kalau akses masuk kendaraan bermotor di titik ini tidak ditutup, harus tetap ada. Pedagang ini membutuhkan yang namanya akses masuk kendaraan,” kata Amir Habbe usai mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah stake holder di Kantor Satpol PP Kabupaten Manokwari, Kamis (22/3/2018).

Rapat terbatas tersebut dipimpin Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan, Plt Kadin Perindagkop, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satpol PP, Asosiasi Pedagang, perwakilan TNI dan Polri.

Pedagang Tak Sepakat
Rapat terbatas dipimpin Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan, Plt Kadin Perindagkop, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Satpol PP, Asosiasi Pedagang, perwalikan TNI dan Polri. Rapat ini membahas soal instruksi Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan terkait penutupan akses masuk kendaraan di kali konto. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)

Selama ini, menurut Amir, aktivitas angkutan umum menurunkan muatan (penumpang dan barang angkutan) telah menimbulkan efek kemacetan lalulintas. Kondisi ini menjadi dasar pertimbangan untuk menutup pintu masuk tersebut.

“Harus diatur supaya kendaran tidak lagi boleh menurunkan muatannya di pintu masuk ini tetapi bongkar muatnya dilakukan di pasar mama-mama Papua supaya lebih tertib dan juga memberikan manfaat bagi pedagang,” ujarnya.

Jika pintu masuk ‘kali konto’ tetap ditutup, menurut Amir, akan sangat berdampak terhadap pemilik usaha warung makan kaki lima dan pedagang lainnya.

Sebab di dekat akses masuk tersebut terdapat puluhan warung makan – yang familiar dikenal dengan warung kentaki. Juga para pedagang yang berjualan dengan menggelar tikar seadanya.

“Kalau akses masuk ditutup lantas bagaimana dengan pedagang kentaki. Bisa mematikan usaha mereka. Apalagi, pemda punya rencana membangun warung kentaki yang lebih representatif. Ini harus dipikirkan sehingga ada solusi terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga:  Soal Proyek Rektorat Unipa, Ditreskrimsus Ngaku Tak Tau Banyak
Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!