Portal Berita Papua Barat

Peduli Asmat, Aliansi Pemuda Manokwari Turun ke Jalan

0 101
Peduli Asmat
Peduli Asmat – Aliansi Pemuda Manokwari yang turun ke jalan untuk menggalang dana sebagai bentuk kepedulian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa warga Kabupaten Asmat Provinsi Papua, Sabtu (27/1/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Peduli Asmat.  Aliansi Pemuda Manokwari kembali turun ke jalan untuk menggalang dana sebagai bentuk kepedulian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa warga Kabupaten Asmat Provinsi Papua, Sabtu (27/1/2018).

Dimana puluhan anak balita meninggal dunia lantaran wabah gizi buruk dan campak di daerah tersebut.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, aksi penggalangan dana oleh sekelompok pemuda ini dilakukan di tiga titik kota Manokwari. Yakni di perempatan lampu merah Makelew, perempatan lampu merah Sanggeng Jalan Yos Sudarso dan perempatan lampu merah haji bau Jalan Trikora Wosi.

Koordinator aksi penggalangan dana peduli Asmat, Zulfikar Bungin yang ditemui, mengatakan, dalam aksi kemanusian ini terdiri dari beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Manokwari.

Diantaranya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Palang Merah Indonesia (PMI) Liga Dakwah Kampus (LDK) Unipa dan IKakatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Ia menuturkan, hal yang melatarbelakangi aksi tersebut, semata-mata bentuk kepedulian sesama umat manusia.

“Pesan moral yang dapat kita sampaikan dalam aksi ini, selain menggalang dana, bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk tidak berbuat atau pedudli terhadap saudara-saudara kita yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan,” ujarnya.

Aliansi Pemuda Manokwari yang turun ke jalan untuk menggalang dana sebagai bentuk kepedulian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa warga Kabupaten Asmat Provinsi Papua, menunjukan foto balita di Asmat yang menderita campak dan gizi buruk, Sabtu (27/1/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

Pria yang mengambil jurusan pada fakultas teknik Unipa ini menjelaskan, bahwa bantuan yang terkumpul nantinya akan disetor langsung ke rekening Dompet Sosial Asalam (DSA) Wialyah Papua.

“Tentunya bantuan yang terkumpul ini akan kami setor ke rekening DSA wilayah Papua. Karena yayasan ini langsung mendistribusikan ke daerah KLB di Asmat,” ucap Zulfikar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada 70 anak balita meninggal dunia lantaran wabah gizi buruk dan campak di Asmat. Dimana ditemukan 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk. Selain itu, ditemukan pula 25 anak suspek campak dan 4 anak yang terkena campak dan gizi buruk.

Baca Juga:  Babinsa dan Polsek Amban Grebek Kios Penjual Miras di Reremi
Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!