Portal Berita Papua Barat

Pemprov Papua Barat Genjot Pembangunan BLK Industri Migas

0 119
Pembangunan BLK Industri Migas
Pembangunan BLK Industri Migas – Kepala Perwakilan SKK Migas Papua dan Maluku (Pamalu), A. Rinto Pudyantoro (Ke dua dari kanan), didampingi Kepala Disnaker Papua Barat, Pascalina Jamlean (Ke dua dari kiri) Budy Hermawan perwakilan BP (Kanan) saat menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan, di Swissbel Hotel Manokwari, (20/2/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pembangunan BLK Industri Migas.  Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus berupaya menjawab tuntutan akan kebutuhan tenaga kerja di bidang industri migas.

Upaya tersebut diejawantahkan melalui pengembangan dan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) industri migas – dalam skala yang lumayan besar.

“Pemerintah terus berupaya mengembangkan BLK yang ada di Manokwari. Juga membangun BLK di Sorong, kedepannya ini akan dibutuhkan untuk sertifikasi tenaga kerja di bidang industri migas,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat Pascalina Jamlean.

Sebenarnya, lanjut Pascalina, ada sejumlah BKL yang sudah beroperasi di Papua Barat. Meski demikian, skalanya memang masih terbatas. Apalagi untuk mendukung peningkatan skil tenaga kerja di bidang industri migas masih jauh dari apa yang diharapkan.

Dikatakan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota, untuk menyiapkan ketersediaan BLK bidang industri migas.

Meski demikian, upaya Pemprov Papua Barat ini agaknya lamban dalam mengantisipasi masalah ketenagakerjaan di bidang industri migas. Pascalina mengakui, jika sertifikasi tenaga kerja di bidang migas masih bersoal alias masih menjadi masalah.

“Pengembangan dan pembangunan BLK ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan untuk industri-industri, seperti migas, batu bara, dan industri lainnya di Papua Barat. Genting Oil dan beberapa perusahaan migas dalam waktu dekat akan beroperasi di Wilayah Papua Barat,” jelas Pascalina.

Melihat apa yang diupayakan oleh Pemprov Papua Barat, dapat dikatakan ini adalah langkah yang agak lamban. Pasalnya, saat ini pengembangan Proyek LNG Tangguh Train 3 di Kabupaten Teluk Bintuni tengah berjalan.

Mega proyek ini dikatakan akan menyedot sebanyak 7.000 pekerja dengan kualifikasi non skil dan semi skil yang akan dipekerjakan pada masa pembangunan konstruksi. Puncaknya Oktober 2018.

Baca Juga:  Kegiatan Ekskul Sekolah Positif Untuk Siswa
Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com