Portal Berita Papua Barat

Penerimaan Terpadu Anggota Polri Kedepankan Prinsip “BETAH”, Karo SDM Polda PB: Awasi Prosesnya

0 39
Penerimaan Terpadu Anggota Polri
Penerimaan Terpadu Anggota Polri – Acara penandatanganan pakta integritas penerimaaan Anggota Polri terpadu Panda Polda PB yang berlangsung di gedung audiotorium PPK Provinsi Papua Barat, Jumat (13/4/2018).
Manokwari, Papuabaratoke.com – Penerimaan Terpadu Anggota Polri.   Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda (kepolisian daerah) Papua Barat membuka penerimaan terpadu anggota polri (Akpol, Bintara, dan Tamtama) Tahun 2018.

Penerimaan terpadu anggota polri yang dilaksanakan Pantian Daerah (Panda) Polda ini, diikuti sebanyak 1.213 perserta yang berasal dari kabupaten/kota se-Papua Barat.

“Proses seleksi harus dilaksanakan dengan semangat clear and clean. Semua proses seleksi harus dilaksanaka sesuai dengan standart operasiona prosedur yang telah ditentukan, bersih dari segala bentuk penyimpangan,” demikian Kapolda PB, Brigjen Pol Drs. Rudolf A.Rodja.

Dalam amanatnya yang dibacakan Wakapolda, Kombes Pol Drs. Tatang pada penandatanganan pakta integritas penerimaaan Anggota Polri terpadu Panda Polda PB yang berlangsung di gedung audiotorium PPK Provinsi Papua Barat, Jumat (13/4/2018).

Dikatakan, proses seleksi dengan mengedepankan prinsip “BETAH”, bertujuan untuk mendapatkan pemuda dan pemudi Papua Barat yang terbaik untuk dibina menjadi anggota polri.

 

“Casis adalah aset bangasa yang dibutuhkan untuk perkembangam dan kemajuan organisasi polri di masa depan. Sesuai misi polri promoter, untuk itu calon anggota polri dituntut memenuhi kualitas sesuai baik menyangkut aspek mental, intelektual, dan kesemaptaan jasmani,” tegas kapolda.

Kepala Biro SD M Polda, Kombes Pol Dirin, S.IK, M.H mengatakan, proses seleksi dilaksanakan secara terbuka. Semua pihak bisa ikut mengawasi proses tersebut.

Jaminan proses seleksi penerimaan terpadu calon anggota polri oleh Panda Polda PB, lanjut dia, adanya pelibatan pengawas internal dan pengawas eksteran, yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, LSM, dan media.

“Jangan janjikan apa-apa kepada panitia atau mau dijanjikan bisa diluluskan. Kelulusuan itu ditentutan sendiri oleh setiap calon siswa. Laporkan jika menemukan hal-hal yang menyimpang. Panitia, pengawas, dan calon siswa, semua harus jaga integritas,” tandasnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!