Portal Berita Papua Barat

Pengrajin Noken di Pasar Sanggeng Harap Ada Perhatian Pemda

0 104
Pengrajin Noken di Pasar Sanggeng
Pengrajin Noken di Pasar Sanggeng – Pengrajin Noken Papua yang setiap hari menjajakan karyanya di Pasar Sanggeng Manokwari, Papua Barat.(Foto: Bertha Wambrauw/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pengrajin Noken di Pasar Sanggeng.  Pengrajin Noken Papua di Pasar Sanggeng, kabupaten Manokwari, Papua Barat berharap adanya perhatian pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Noken Papua adalah kerajinan tangan yang ditekuni oleh perempuan Papua, khususnya suku Paniai dan Wamena di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari.

Penjualan Noken ala Papua ini sering di jumpai, baik di pasar maupun di pondok-pondok pinggiran jalan Manokwari. Dan salah satu tempatnya, yaitu di Pasar Tingkat Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Linda Pakage, kepada Papuabaratoke.com yang ditemui di tempat jualannya di pasar Sanggeng, Kamis (15/2/2018) lalu mengatakan, bahwa Noken Papua adalah keterampilan perempuan Papua yang diajarkan dan diwarisi sejak nenek moyang hingga sekarang ini.

“Noken Papua sudah menjadi terkenal ke seluruh pelosok Nusantara Indonesia. Asean dan Mancanegara, maka tentunya kita bangga kalau Noken Papua tidak hanya di pakai oleh kalangan kami orang asli Papua (OAP) saja, tapi juga di gunakan oleh non Papua,” kata Linda.

Harapan Linda, budaya ini dapat terus dilestarikan. Linda mengaku bahwa penjualan Noken Papua ini sudah ia tekuni kurang lebih 7 bulan semenjak berada di Manokwari. Dan dalam seminggu ia mengaku, jualannya baru laku terjual dalam waktu 2 hingga 3 hari.

 

Kerajinan Noken Hasil Karya Mama-mama Papua di Pasar Sanggeng.(Foto: Bertha Wambrauw/PBOKe)

Ditanya kisaran pendapatan hasil penjualan Noken Papua, dijelaskan, bahwa pemasukan di setiap harinya tak menentu dan tergantung peminat pembeli.

“Harga setiap Nokennya pun tergantung motif dnn ukuran, kisaran harga sekitar Rp 100 ribu, Rp 150 ribu dan sampai Rp 300 ribu, tergantung ukuran barangny (Noken) yang dijual,” jawab Linda.

Untuk meningkatkan kearifan lokal Papua ini, ia pun kembali berharap pemerintah daerah membantu mereka dalam sisi modal, termasuk promosi hasil karya mereka.

Baca Juga:  Pasar Borobudur Dinilai Berpotensi Tingkatkan PAD Manokwari

Sebab dari hasil penjualan Noken Papua ini, selain untuk menunjang kehidupan keluarga sehari-hari, juga Noken Papua pun dapat tetap dilestarikan sebagai warisan budaya Papua, sehingga budaya Papua tak punah.

“Bapa, mama, om, tante, adik, kakak dong, tong harus tetap cinta tong punya budaya Papua dan terus melestarikannya,” serunya.

Penulis : Bertha Wambrauw
Editor : Hanas Warpur/Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com