Portal Berita Papua Barat

Penyakit Kulit Dan Malaria Serang Korban Banjir Bintuni, PMI Gelar Pengobatan Gratis

0 117
Korban Banjir Bintuni
Korban Banjir Bintuni – Direktur RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, dr Eka Suradji bersama tim medis dan PMI Bintuni saat melayani pengobatan geratus kepada masyarakat yang dampak banjir di rumah salah satu rumah warga di Bina Desa, Kamis (22/2//2018).(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaraoke.com – Korban Banjir Bintuni.  Penyakit kulit dan malaria mulai menyerang korban banjir 4 kampung di Bintuni.

Yaitu, kampung Bina Desa, Kampung Kali Tubi, Kampung Lama dan PLTD, Distrik Bintuni Timur, Kabupaten Teluk Bintuni.

Hal ini disebabakan, genangan banjir setinggi lutut orang dewasa yang menyinggap di pemukiman masyarakat, pada Senin (19/2/2018) lalu.

Kordinator Lapangan yang juga sebagai Kepala Markas PMI Teluk Bintuni Rahman Manilet mengatakan, pengobatan gratis yang dilakukan dalam melayani para korban banjir tersebut, melibatkan pihak RSUD, BPDB dan PMI kepada masyarakat yang terkena dampak langsung bencana tersebut.

Kegiatan yang di pusatkan di Bina Desa yang berpenduduk dan keluhan terbanyak saat pendataan beberapa waktu lalu itu, terdektesi puluhan masyarakat banyak mengeluhkan menderita penyakit kulit dan Malaria.

“Jumlah masyarakat yang datang melakukan pengobatan dalam tahap I hingga Kamis (22/1/2018) terdaftar sebanyak 34 orang. Sedangkan 1 orang diantaranya di rujuk ke RSUD Bintuni Km. 7 dikarenakan, positif terkena Malaria,” ujar Rahman Manilet, melalui via Telpon Kamis (22/2/2018) pagi.

Manilet juga mengungkapkan, beberapa Keluhan lainnya masih berkisar pada dampak dari banjir diantaranya
Gatal-gatal, demam, dan ada beberapa yang penyakitnya. sementara tempat yang digunakan adalah rumah warga di Binadesa, yang langsung di kontrol oleh Kepala RSUD Bintuni Dr Eka Suradji.

Baca Juga:  Dua Kampung di Teluk Bintuni Dikepung Banjir

“Tempat yang digunakan untuk pengobatan gratis di kediaman Bapak Benino Tiri. Sumberdaya yg disiapkan Tenaga dokter 9 orang dan tim RSUD 5 orang, PMI 5 orang dan BPBD. Sementara beberapa kendala yang dihadapi saat Aksi Sosial banyak anggapan masyarakat masih khawatir atau takut datang berobat, hal lain pula minimnya antusias dan kesadaran untuk datang mengecek kesehatannya pasca banjir tersebut,” imbuh Manilet mengungkapkan.

Namun terkait hal ini, Manilet berharap, dari beberapa relawan PMI Teluk Bintuni yang telah berkoordinasi ke pihak RT atau kepala kampung di Kampung lama, Nusantara, belakang Penginapan Tanete dan Komplek PLTD di Distrik Bintuni Timur untuk datang berobat langsung, dapat tersampaikan dan mendapat perhatian masyarakat.

“Intinya ini untuk kesehatan masyarakat, dan gratis tidak dipungut biaya, dan sebagai langkah perhatian Pemda kepada Masyarakat. sehingga melalui Pelaksanaan pengobatan gratis akibat dampak Banjir sejak pukul 09:00 – 14.30 wit yang masih di lakukan, masyarakat dihimbau untuk datang,” tuturnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com