Portal Berita Papua Barat

Perluasan Bandara Rendani Mendesak, Masyarakat Diminta Dukung Penuh Pemda

0 458
Perluasan Bandara Rendani
Perluasan Bandara Rendani – Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Trisep Kambuaya yang ditemui sejumlah wartawan di sekitar lokasi insiden tergelincirnya roda Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3/2018) siang. (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Perluasan Bandara Rendani.  Masyarakat sekitar, diminta sudah saatnya mendukung penuh pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan perluasan dan perpanjangan landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari.

Hal ini dinyatakan anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Trisep Kambuaya menyikapi insiden tergelincirnya roda Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3/2018) siang.

Dikatakannya, peristiwa (Batik Air, red) hari ini adalah kali ke empat di Bandara Rendani Manokwari. Dimana yang pertama, adalah peristiwa Celebes Air, Merpati, Sriwija Air dan terakhir hari ini Batik Air.

Menurut Trisep, saat ini tak tepat mencari siapa yang salah, namun yang dibutuhkan, bagaimana percepatan pembangunan perlusan landasan pacu Bandara.

“Yang paling penting hari ini, bagaimana masyarakat Manokwari mendukung penuh pemerintah daerah baik pemda Manokwari maupun Provinsi Papua Barat untuk mempercepat perluasan Bandara yang saat ini tengah melalui proses persiapaan pembebasan lahan,” tutur dia.

Pasalnya lanjutnya, salah satu penyebab kejadian selama ini diakibatkan lebar dan panjang landasan pacu yang sangat sempit dan pendek. Untuk itu perpanjangan dan pelebaran landasan pacu menjadi kebutuhan yang mendesak segara dilakukan.

“Bandara ini kurang lebar dan sangat sempit sekali. Pertanyaannya, apakah masyarakat yang mendiami sekitar Bandara ini, menunggu banyak korban jiwa berjatuhan dulu baru sadar. Jadi harapan kami masyarakat sekitat area Bandara ini beritikad baik mendukung Pemda sehingga bisa cepat dilakukan,” ucap Trisep yang ditemui sejumlah awak media di sekitar lokasi kejadian tersebut.

Dan bahkan kata dia, jika masyarakat sekitar Bandara masih bersikeras tak ingin diganti rugi dalam proses perpanjangan dan perluasan Bandara ini, maka pemerintah harus mengambil dan bersikap tegas sehingga Bandara ini menjanjikan keselamatan banyak orang.

Baca Juga:  Upaya Pemadaman Kebakaran di Manokwari Belum Responsif

“Tapi tetap lebih dulu melalui proses dan mekanisme yang berlaku. Jadi eksekusinya dilakukan sesuai prosedur saja,” cetusnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat tipe FK-LAP milik maskapai Lion Air yang mengalami insiden ini, hendak lepas landas menuju Bandara Dominie Edwark Osok Sorong.

Pesawat yang memuat 125 penumpang dan 5 orang crew tersebut, tergelincir sekira pukul 12.50 WIT.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com di lokasi kejadian, roda pesawat sebelah kanan yang dipilloti Capt Rudi Jaya Sakti, tersebut keluar dari landasan hingga tertanam dalam tanah.

Sejumlah petugas baik dari kantor pencarian dan pertolongan Basarnas Manokwari, Polsek Bandara, Polres Manokwari, dibantu petugas Satuan Brimob dan TNI dari Kodim 1703 Manokwari, berjibaku berusaha mengevakuasi pesawat jenis Airbas A320 tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pesawat dengan nomor registrasi PK-LAJ ini belum diketahui pasti penyebabab roda kanan belakangnya keluar dari landasan pacu.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com