Portal Berita Papua Barat

Pernikahan Dini Masih Nge-Trend Di Papua Barat

0 64
Pernikahan Dini
Pernikahan Dini – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan saat membuka rapat koordinasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga tahun 2018, bertempat di Ballroom Kaimana, Swiss Bell Hotel Manokwari, Selasa (27/3/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pernikahan Dini.  Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat, Drs. Benyamin Lado mengungkapkan, kasus pernikahan dini atau pra seks sebelum nikah masih mendominasi para kaum remaja usia belia di Provinsi Papua barat.

Hal ini terungkap melalui kegiatan rapat koordinasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga tahun 2018, bertempat di Ballroom Kaimana, Swiss Bell Hotel Manokwari, Selasa (27/3/2018).

“Sebanyak 44 remaja dari 1000 orang per tahun tercatat dalam angka setiap tahunnya usia 15 tahun sampe 19 tahun masih terlibat pernikahan dini, atau kegiatan seks bebas yang berakibat fatal kepada masa depannya. hal ini jika dibiarkan, maka generasi muda di Papua Barat akan semakin rapuh dan tidak mampu akan menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, ” kata Benyamin.

Menurut Benyamin, tercatat masih terdapat 8,3 pesen adalah hasil kehamilan dari yang tidak diinginkan oleh para pasangan muda hingga berdampak kegiatan tindakan negatif, seperti melakukan aborsi dan tidak menikah. dan persentase 23 persen dan 30 persen masyarakat yang akhirnya terpaksa dinikahkan dalam usia produktif.

rapat koordinasi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga tahun 2018, bertempat di Ballroom Kaimana, Swiss Bell Hotel Manokwari, Selasa (27/3/2018).

“Kasihan melihat anak-anak perempuan atau gadis-gadis di Papua Barat yang semestinya harus ada dibangku sekolah, justru tidak dapat melanjutkan sekolah dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga, hingga dikucilkan secara psikologinya. sedangkan secara biologis, organ reproduktif wanita yang belum siap untuk menghadapi proses melahirkan sang bayi, akan berujung pada kematian ibu dan anak,” ujar Benyamin.

Benyamin berharap, sesuai skema dan sinergitas penguatan integrasi program lintas sektor di setiap kampung, maka Keluarga Berencana dan generasi berencana dapat diwujud nyatakan disetiap program kerja daerah di Kabupaten, Kota Provinsi Papua Barat, guna mempercepat terwujudnya kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Melalui kegiatan ini, maka kami berharap program sasaran yang benar diharapkan mampu menjawab kondisi saat ini, dan mendorong penyelamatan kepada para regenerasi muda wanita Papua Barat yang nantinya dapat hidup berkualitas,” tambah Benyamin.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Hanas Warpur
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!