Portal Berita Papua Barat

PMI Papua Barat Serukan Donor Darah Jadi Gaya Hidup

0 80
Donor Darah Jadi Gaya Hidup
Donor Darah Jadi Gaya Hidup – Kegiatan donor darah bersama, yang diselenggarakan sejumlah komunitas. (Foto: Clemens Mandacan/PBOke)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Donor Darah Jadi Gaya Hidup.  Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat, La Abidin mengatakan, manfaat donor darah yang sering dilakukan perlu digaungkan sehingga mendapat atensi khusus publik di daerah ini. Dengan demikian, aksi yang memiliki manfaat sosial tetapi juga manfaat kesehatan ini bisa menjadi gaya hidup masyarakat Papua Barat khususnya masyarakat di Kapubaten Manokwari.

“Mari, jadikan donor darah sebagai gaya hidup. Kita bantu keluarga kita, masyarakat kita yang di kampung-kampung. Bantu orang Manokwari, bantu masyarakat Papua yang di gunung, lembah. Kita jangan hanya bicara kitong Papua tetapi buktikan untuk kitong punya saudara-saudara,” ucapnya mengajak.

Seruan tentang aksi ini disampaikan La Abidin dalam kesempatan kegiatan donor darah bersama, yang diselenggarakan sejumlah komunitas. Diantaranya, PMI, Komunitas Sepeda, Komunitas Alam, Mollo Dive Community, Gas Piul Comuniter Chombertz Manokwari, berlangsung di Toko Wicom Computer di JL. Trikora Wosi, Sabtu (20/1/2018).

Kegiatan ini juga melibatkan Kampus STKIP Muhammadiyah Manokwari dan Polda Papua Barat. Yang dilaksankan dalam rangka peduli masyarakat Manokwari. Seruan donor darah ini menjadi perhatian PMI. Pasalnya, ketersediaan stok darah di daerah ini tergolong langkah.

”Kita menghimbau dan berharap kepada seluruh lapisan masyarakat Manokwari agar setiap 3 bulan mendonorkan darah. Bagi yang sudah donor datang rutin tiap tiga bulan,” ujarnya mengingatkan.

Alasan soal pentingnya mendonorkan darah, lanjut La Abidin, adalah bertujuan juga untuk menjawab kebutuhan akan permintaan darah serta mengantisipasi kelangkaan darah pada UTD PMI. Sebab permintaan darah di sejumlah rumah sakit dan beberapa klinik di daerah ini tinggi sekali.

“Seperti di RSUD Manokwari, Rumkit TNI AL dan beberapa klinik. Sementara, persediaan stok darah masih sangat terbatas. Dalam satu hari, jika satu rumah sakit ada empat pasien membutuhkan darah dan dikali empat berarti satu hari sudah 16 permintaan kantong darah yang dibutuhkan,” bebernya.

Baca Juga:  Kenalkan Aplikasi SIPPP, KPU PB Sebut Sistem Ini Penentu Bacalon DPD RI

Melalui aksi bersama peduli masyarakat ini, La Abidin mengungkapkan, sosialisasi dan imbau kepada masyarakat untuk datang mendonorkan darahnya terus digalakan. Dengan harapan, ada kesadaran dari kelompok masyarakat, komunitas, organisasi dan sebagainya.

“Disamping aktivitas mari datang donor darah, donor darah bukan tanggung jawab PMI sendiri, namun juga tanggung jawab semua lapisan masyarakat,” tandasnya.

Ditambahkan, seruan untuk mendonorkan darah secara rutin telah disampaikan kepada gubernur Papua Barat dan bupati Manokwari. Bahkan, hal ini telah mendapat perhatian gubernur dan bupati.

Pada 23 Januari mendatang, PMI akan melaksanakan kegiatan donor darah di Gedung Wanita Manokwari. Melalui kegiatan ini, La Abidin menaruh harapan besar, agar masyarakat di daerah ini dapat berpartisipasi secara aktif.

“Mari, sama-sama memikirkan orang-orang yang sakit, kasihan orang sakit dan keluarga. Mereka sudah terbebani tambah lagi harus mencari darah. Secara psikologis penderitaannya itu dobel. Dengan saling membantu harapannya beban mereka bisa berkurang,” pungkasnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!