Portal Berita Papua Barat

Polres Manokwari Diminta Seriusi Laporan Masyarakat

0 148
Polres Manokwari, Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun
Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun. (Foto: Ist)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Polres Manokwari. Kepolisian Resor (Polres) Manokwari, diminta seriusi setiap laporan masyarakat.

Hal ini dikatakan, Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun ihwal adanya laporan masyarakat yang seakan tak mendapat respon dari penyidik Polres Manokwari.

Ia meminta kepada Kapolres Manokwari bersama jajarannya tak tebang pilih dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan sebuah kasus pidana.

Seperti halnya lanjut dia, kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami salah satu warga Manokwari, Ahmad Shodik (37), pada, 10 Januari 2018 di Wosi, Kabupaten Manokwari.

“LP nya sudah masuk di Polres Manokwari, sejak 10 Januari 2018 kemarin. Dia diduga dikeroyok oleh seorang pengusaha ternama berinisial DP bersama rekan-rekannya. Tapi belum ada kejelasan dari LP ini,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, Xaverius mengaku sangat prihatin dengan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan DP Cs sehingga mengakibatkan korban mengalami gangguan kesehatan dan aktivitas sehari-hari tak berjalan normal.

“Sebagai wakil rakyat saya berharap Polisi segera menindaklanjuti LP yang sudah dilaporkan korban pada tanggal 10 Januari lalu,” ujarnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (15/1/2018).

Ia minta penyidik kepolisian untuk segera memanggil DP Cs (terlapor) untuk diperiksa sebagai bentuk tindaklanjut dari kasus dugaan penganiayaan tersebut. Pasalnya kata dia, kasus yang dilaporkan ke SPKT Polres Manokwari ini terkesan berjalan ditempat.

Menurutnya, tindakan main hakim sendiri seperti yang diduga dilakukan DP tersebut tak dapat dibenarkan. Karenanya, penyidik semestinya mengambil tindakan tegas agar dapat memberikan efek jera.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi,S.IK.,M.H dikonfirmasi terpisah menegaskan, pihaknya tak pernah mengabaikan setiap LP yang masuk.

Ihwal LP dengan Nomor : LP/ 17/ I/ 2018/ Papua Barat/ Res ManWar/ Tanggal 10 Januari 2018, masih didalami dan tetap didalami dengan meminta keterangan saksi-saki.

“Ok aku etensi,” singkat Erwindi melalui pesan singkatnya.

Menurut kronologis kejadian yang dihimpun media ini, dugaan pengeroyokan ini berawal dari masalah pekerjaan antara korban dan orang kepercayaan DP. Dimana informasi yang dilaporkan ke DP merugikan korban.

Sehingga pada tanggal 10 Januari 2018 korban mendatangi kediaman DP hendak meluruskan informasi yang merugikannya, justru korban mendapat perlakuan kasar yang diduga dilalukan oleh DP.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!