Portal Berita Papua Barat

Ratusan Massa Kembali Kepung Kantor Gubernur Papua Barat

0 1.495
Kantor Gubernur Papua Barat
Kantor Gubernur Papua Barat – Ratusan massa kembali mengepung gedung sekretariatan pronvinsi Papua Barat, Senin (9/4/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kantor Gubernur Papua Barat.   Ratusan massa kembali mengepung gedung sekretariatan pronvinsi Papua Barat, Senin (9/4/2018).

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, ratusan massa yang datang sejak sekira pukul 10.00 WIT, terus berdatangan dan memadati sekitar gedung sekretariatan.

Informasi yang dihimpun, ratusan massa ini, terdiri dari mahasiswa dan masyarakat yang ingin mempertanyakan kejelasan ihwal realisasi proposal bantuan dana yang diajukan 2017 silam.

Kettymatapum salah satu mahasiswa yang ditemui mengatakan, kedatangan ratusan mahasiswa ini hanya ingin menuntut kejelasan terkait realisasi program bantuan yang dikeluarkan Pemerintah Papua Barat.

“Kami ini gabungan mahasiswa menuntut hak kita dari tahun lalu melalui proposal program bantuan dari pemerintah. Dijanji dari Maret sampai April 2018 sekarang tidak dibayar juga. Ini kan program dari pemerintah sendiri, tapi tidak juga ada kejelasan yang baik,” ucapnya.

Senada, ibu Ester Puarada yang datang dari Kabupaten Kaimana juga mempertanyakan kejelasan permohoan bantuan tersebut. Tak hanya itu, ia menuturkan, semestinya gubernur dan wakil gubernur Papua Barat berada di tempat mendengar langsung aspirasi massa.

“Kita harapkan supaya pemrintah harus ada di tempat, karena kemarin semestinya tidak harus terjadi kekacauan kalau Pak Gub dan pak wakil ada di tempat, supaya bisa menjawab aspirasi masyarakat yang datang dari berbagai daerah kabupaten/kota,” ujarnya.

Tak hanya itu, bahkan Ester menyebutkan, jika bantuan ini tak kunjung dicairkan alias ditunda-tunda, sebaiknya otsus dikembalikan ke pemerintah pusat.

Dia menuturkan, sejauh ini masyarakat dan mahasiswa sangat keceawa lantaran datang dari jauh, hanya pulang-pergi mempertanyakan realisasi bantuan yang tak kunjung mendapat kejelasan.

“Belum lagi biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, apalagi masyarakat yang datang dari jauh, belum lagi biaya makan dan penginapan serta transportasi, tapi tidak bawa pulang apa-apa,” cetus Ester Puarada.

Kepolisian resor (Polres) Manokwari yang dipimpin oleh Kasat Sabhara Iptu Siswanto saat menemui massa dan memberikan arahan dan penjelasan untuk tak melakukan tindakan pengerusakan yang berujung pada tindak pidana.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

 

Baca Juga:  Singgung Pengerusakan Sekelompok Mahasiswa, Pemprov PB Hentikan Program Bantuan Langsung

Sementara dari kepolisian resor (Polres) Manokwari yang dipimpin oleh Kasat Sabhara Iptu Siswanto yang menemui massa memberikan arahan dan penjelasan untuk tak melakukan tindakan pengerusakan yang berujung pada tindak pidana.

“Bapak-ibu dan adik-adik semua, karena bapak gubernur dan wakil gubernur ada kunjungan kerja di luar daerah. Bapak ibu doorang bisa kembali hari Kamis, karena hari itu, waktu yang tepat untuk pelayanan masyarakat dan supaya bisa mendengar jawaban lansung dari bapak gubernur,” ujar Siswanto di hadapan ratusan massa.

Mendengar arahan tersebut, massa pun berangsur membubarkan diri dan menyatakan akan kembali menagih janji tersebut, meski di antaranya ada yang mengeluarkan kalimat kekecewaan.

Meski demikian, area sekitar gedung Sekretariatan Provinsi Papua Barat, masih dijaga ketat puluhan aparat kepolisan.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!