Portal Berita Papua Barat

Rekayasa Lalin Bakal Diberlakukan di Pintu Masuk ‘Kali Konto’

0 55
Rekayasa Lalin
Rekayasa Lalin – Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Alberth Simatupang. Dishub akan kaji soal layak tidaknya akses kendaraan bermotor dilarang masuk melalui kali konto. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Rekayasa Lalin.  Salah satu upaya yang bakal dilakukan untuk mengurangi kemacetan di pintu masuk ‘kali konto’, akan diberlakukan rekayasa lalulintas kendaraan bermotor.

Kemacetan yang terjadi selama ini di titik tersebut, dinilai diakibatkan oleh aktivitas bongkar muat penumpang dan barang angkutan kendaraan umum di depan pintu masuk ‘kali konto’.

Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Manokwari Alberth Simatupang mengatakan rekayasa lalulintas diberlakukan apabila hasil kajian di lapangan mengharuskan akses ini tetap ditutup.

“Rekayasa lalulintas yang diberlakukan adalah kendaraan yang masuk ke terminal akan melalui ruas jalan di depan warung kentaki dan pasar mama-mama Papua. Sehingga penumpang dan barang angkutan diturunkan langsung di terminal,” kata Simatupang, Kamis (22/3/2018).

Sebelumnya, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan menginstruksikan agar pintu masuk ‘kali konto’ ditutup karena kesemrawutan lalulintas di titik ini memicu kemacetan.

Kata Simatupang, pihaknya bersama sejumlah stake holder terkait telah menggelar rapat terbatas. Rapat yang digelar di Kantor Satpol PP Kabupaten Manokwari ini dihadiri unsur TNI dan Polri, Asosiasi Pedagang Pasar, Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, Plt. Kadin Perindagkop, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kasat Pol PP.

“jalur lain yang juga bisa dilalui pengendara adalah ruas jalan samping Hotel Sanggeng, kalau mau ke warung kentaki, harus belok kiri, kalau mau keluar harus belok ke kanan menuju arah gereja Logos. Kita akan kaji ulang lagi,” terang Simatupang.

Baca Juga:  Pedagang Tak Sepakat Pintu Masuk ‘Kali Konto’ Ditutup

Upaya mengurangi kemacetan di titik ini, lanjutnya, dinas telah memasang baliho yang berisikan imbauan untuk tidak menurunkan maupun menaikkan penumpang dan barang angkutan. Juga menyiagakan petugas di lapangan.

“Termasuk larangan parkir kendaraan dan pangkalan ojek, kami tiadakan. Rekayasa lalulintas ini tidak berpengaruh terhadap akses masuk ke pasar tingkat. Setelah diberlakukan maka dibutuhkan adalah lahan parkir kendaraan karena akan terjadi penumpukan kendaraan,” ujar dia.

Menurut Simatupang, parkiran kendaraan yang ada saat ini di depan pasar tingkat dan pos polisi Sanggeng kapasitasnya sudah tidak mampu lagi untuk menampung kendaraan.

“Rencana kita, lahan parkir tetap yang ada. Hanya kapasitasnya yang ditambah dengan membongkar pembatas jalan yang ada dan dijadikan satu. Hasil rapat ini akan kami sampaikan ke bupati,” ungkap Simatupang.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!