Portal Berita Papua Barat

Rombak Kabinet 80 Persen, Gubernur Dominggus Diminta Abaikan Titipan Timses

0 311
Gubernur Dominggus Diminta Abaikan Titipan
Gubernur Dominggus Diminta Abaikan Titipan – Pemuda Pemerhati Pembangunan Papua Barat, Lamek Dowansiba.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manaokwari, Papuabaratoke.com – Gubernur Dominggus Diminta Abaikan Titipan.  Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan diminta mengabaikan titipan sejumlah tim sukses (Timses) Partai Politik pendukung dalam menempatkan seseorang di kabinet kerjanya. Pernyataan ini dilontarkan oleh pemuda pemerhati pembangunan Papua Barat, Lamek Dowansiba, menyikapi rencana perombakan 80 persen kabinet kerja di lingkup pemerintahannya.

Ia mengatakan, masa depan Papua Barat lima tahun kedepan ada pada pundak seorang Gubernur dan wakil Gubernur bersama kabinetnya. Untuk itu Dominggus diminta selektif menempatkan seseorang untuk mengisi jabatan di SKPD.

“Yang pertama, ketika menempatkan seseorang menduduki jabatan di SKPD, Gubernur harus mampu abaikan titipan sejumlah Timses yang tergabung dalam Parpol pendukungnya. Artinya harus selektif dan tidak asal tunjuk,” cetus Dowansiba, pada Papuabaratoke.com, Minggu (21/1/2018).

Lebih jauh diungkapkannya, dalam penentuan kabinet kerja tersebut, Gubernur Dominggus perlu menempatkan seorang pejabat yang mampu mengeksekusi afirmatif keberpihakan tehadap Orang Asli Papua (OAP), sebagaimana amanat UU Otsus, yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur serta peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Keberpihakan UU Otsus hingga kini belum maksimal dirasakan oleh OAP. Yang artinya kelemahan bukan pada Gubernur, tapi lebih pada ketidakmampuan seorang oknum pejabat di SKPD yang hanya berorentasi kepentingan pribadi. Karenanya sekali lagi, ketika akan menyusun kabinet kerja, Gubernur harus lakukan sistem penjaringan dan bila perlu uji publik,” ucap Dowansiba.

Tak hanya itu, pria yang juga dikenal aktif peduli akan dunia pendidikan di Papua Barat ini, berharap di bawah kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan dan wakil Gubernur Mohamad Lakotani, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Papua Barat, bisa mengalami peningkatan.

“Kita sangat sedih dengan rangking yang didapat oleh Papua Barat, dimana IPM-nya masih sangat jauh dari yang diharapkan. Jadi ini tanggungjawab kita mendorong dan mengawal pemerintahan di Papua Barat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kepala BPOM di Manokwari Imbau Pelaku AMIU Waspadai Praktik Pungli
Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com