Portal Berita Papua Barat

RSUD Manokwari Diminta Utamakan Keterbukaan Layani Masyarakat

0 57
Keterbukaan Layani Masyarakat
Keterbukaan Layani Masyarakat – Acara serah terima jabatan Direktur RSUD setempat, dari dr. Firman kepada dr. Yodi Kairupan Sp.B, yang berlangsung di gedung BLUD rumah sakit, Kamis (15/3/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Keterbukaan Layani Masyarakat.  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari dominta mengutamakan keterbukaan dalam melayani masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo yang mewakili Bupati Demas Paulus Mandacan pada acara serah terima jabatan Direktur RSUD setempat, dari dr. Firman kepada dr. Yodi Kairupan Sp.B, yang berlangsung di gedung BLUD rumah sakit, Kamis (15/3/2018).

Dikatakan, mengedepankan keterbukaan di rumah sakit merupakan variabel utama lahirnya kepercayaan masyarakat. Karenanya, RSUD Manokwari pentingnya membangun tim yang lebih baik.

“Saya berharap dan meminta dukungan jajaran RSUD Manokwari untuk terus meningkatkan kinerja yang telah dicapai selama ini. Keterbukaan di rumah sakit harus selalu dibangun dan hal utama,” ujar Budoyo.

Disampaikannya, bahwa pergantian (Mutasi) pejabat, merupakan hal yang biasa dalam keorganisasian. Tentu kata dia bertujuan meningkatkan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan organisasi.

“Untuk itu, kita harapkan, RSUD harus mengubah perilaku dalam memberi pelayanan dari pucuk pimpinan hingga bawahan dan menjalankan tugas sesuai standar Internasional, itu mimpi kita bersama,” ucapnya.

Pejabat yang baru lanjut dia, harus berusaha meningkatkan pelayanan, khususnya instalasi yang menjadi unggulan rumah sakit dan persiapan pembukaan layanan baru sesuai rencana dan program. Serta utamakan komitmen, kerja keras dan disiplin di jajaran manajemen dan staf medis.

“Rumah sakit saat ini padat segalanya, mulai padat model, padat karya, padat masalah serta padat aturan. Belum lagi aturan akreditasi ulang tahun 2018, menyakup harapan kerja, struktur atau fungsi yang harus diterapkan dan hal ini butuh kerja sama dan kerja keras dari semua pihak,” imbuhnya.

“Tanpa kerja sama dan saling menghormati, rumah sakit ini tidak dapat berjalan baik. Dan harus menghindari praktek-praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jadilah pelayan medis yang mengedepankan kejujuran,” pesan Budoyo mengakhiri.

Baca Juga:  Jelang Pertemuan Dengan Presiden Jokowi, MRPB Minta Saran STIH
Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!