Portal Berita Papua Barat

Satu Keluarga Pengebom Bunuh Diri di Gereja Surabaya Baru Pulang Cuci Otak di Suriah

0 1.822
Satu Keluarga Pengebom Bunuh Diri
Satu Keluarga Pengebom Bunuh Diri – Dita Supriyanto ayah empat anak ini, kelahiran 9 September 1971 menjadi otak aksi teror yang dilakukan bersama sang istri Puji Kuswati, serta keempat anaknya Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12) dan Famela Riskita (9) di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.comSatu Keluarga Pengebom Bunuh Diri. Ternyata satu keluarga pelaku aksi teror bom bunuh diri di 3 Gereja di Surabaya, Jawa Timur diketahui baru pulang cuci otak di suriah.

Dita Supriyanto ayah empat anak ini, kelahiran 9 September 1971 menjadi otak aksi teror yang dilakukan bersama sang istri Puji Kuswati, serta keempat anaknya
Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12) dan Famela Riskita (9) di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

“Yang kembali dari Suriah 500 orang, termasuk di antaranya keluarga ini,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap hasil investigasi tim Polri, dalam konferensi pers mendampingi Presiden Jokowi di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5/2018).

“Mereka ke Suriah bergabung dengan ISIS dan kembali ke Indonesia. Mereka di ISIS belajar strategi teror, kemiliteran dan membuat bom. Ketika kembali ke Indonesia, UU Teroris Indonesia tidak bisa menghukum tindakan tersebut,” sambung Tito dilansir detik.com.

Dalam insiden tersebut, Dita diketahui menurunkan istri dan dua anak perempuannya, Fadila dan Famela, di GKI Diponegoro. Ia kemudian menuju ke GPPS Arjuna untuk meledakkan bom yang diletakkan dalam mobill Avanza miliknya.

Dua putranya, Yusuf dan Firman, ‘bertugas’ meledakkan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Keduanya mengendarai sepeda motor yang telah ditempel bom.

Sementara itu, kejadian ini sangat mengagetkan tetangga sekitar pelaku yang menilai sehari-hari aktivitas keluarga ini tampak normal saja.

Dani salah satu tetangga pelaku di kediamannya Rungkut, Surabaya mengungkapkan, keluarga Dita telah tinggal di sinu sejak tahun 2010 silam. Istrinya yang mengenakan jilbab panjang ini terkenal ramah dan sering belanja sayur di warung tetangga.

Dan Dita dikenal sebagai pengusaha minyak jintan hitam, minyak wijen, serta minyak kemiri. Minyak tersebut, juga dipasarkan oleh Dita melalui jejaring dunia maya.

“Bapak (Dita, red) kerjanya punya usaha minyak jinten hitam. Mobilnya dulu plat P,” tambah Dani sebagaimana dikutip kumparan.

Namun Dani menyebutkan, keluarga ini mulai bertingkah kurang ramah sejak 2 tahun silam. Dita menjadi pribadi yang jarang tersenyum. Dan warga pun sama sekali tidak pernah menaruh rasa curiga kepada Dita.

Senada, Ketua RW 4, Wonorejo Asri, Taufik Gani mengaku sama sekali tidak menyangka, salah satu warganya yang ia kenal rajin mengikuti salat berjamaah itu bisa melakukan perbuatan keji yang menewaskan belasan orang, bahkan mengajak empat anaknya yang masih terbilang bocah.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!