Portal Berita Papua Barat

Sekjen AMPP: Proses Hukum Kasus Miras Toko Elektronik Bintang Jaya ‘KJ’

0 223
Proses Hukum Kasus Miras
Proses Hukum Kasus Miras – Sekjen AMPP Hugo Asrow. AMPP menyoroti proses hukum kasus kepemilikan sebanyak 350 karton minuman keras jenis vodka yang diamankan dari gudang Toko Elektronik Bintang Jaya, yang dinilai tidak transparan. (Foto: Dok. Pribadi)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Proses Hukum Kasus Miras.  Proses hukum kasus kepemilikan sebanyak 350 karton minuman keras (miras) illegal, yang diamankan di gudang Toko Elektronik Bintang Jaya di Jalan Trikora Wosi, 17 November 2017. Dinilai ‘KJ’ alias kurang jelas.

Sekjen Aliansi Mahasiswa Pemuda Papua Hugo Asrouw menilai pemerintah daerah tak serius dalam memberantas peredaran miras di Manokwari. Kasus tersebut menjadi sorotan tajam aktivis di daerah ini.

“Seperti apa proses hukumnya? Timbul pertanyaan sejauh mana keseriusan pemerintah daerah menegakan aturan yang ada. Padahal jelas kepemilikan miras ini adalah perbuatan melawan hukum,” kata Hugo kepada papuabaratoke.com, Sabtu (10/3/2018).

Ratusan karton minuman keras jenis vodka ini disita oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Papua Barat. Kasus kepemilikan miras yang digadang-gadangkan melibatkan pihak tertentu ini sempat mendapat atensi khusus publik di daerah ini.

“Saat penemuan miras tersebut, semua orang bicara tentang miras di Kota Manokwari. Tapi penyelundupan miras oleh pemilik toko Bintang Jaya pertanggung jawaban hukum dan proses peradilannya hingga hari ini tidak jelas,” tukas Hugo.

Kasus miras toko elektronik ini, lanjut Hugo menunjukan sikap ketidakseriusan pemerintah kabupaten Manokwari dalam menegakan peraturan daerah nomor 5 tentang larangan terhadap miras.

“Bagaimana mau berantas miras, kalau proses hukumnya tebang pilih. Kasus miras yang penjualnya masyarakat pasti diproses sampai masuk ke Lapas. Penjual miras jenis vodka ini terkesan dibiarkan bebas berkeliaran,” ujar Hugo mengkritisi.

Sebagai aktivis di daerah ini, Hugo mendesak, pemerintah daerah harus serius dalam memberantas miras. Pasalnya, rentetan peristiwa kriminalitas yang terjadi dipicu oleh pengaruh miras.

Kasus miras yang melibatkan pemilik Toko Elektronik Bintang Jaya ini menarik untuk disimak. Sebab, proses hukumnya terkesan lamban dan tidak transparan.

Baca Juga:  Ayo...Belajar Investasi di SPM BEI

Dalam suatu kesempatan, Kepala Satpol PP Otto Mayor mengungkapkan, dua orang yang familiar dikenal dengan nama Tole dan Tony diduga sebagai ‘aktor’ dalam peredaran miras di daerah ini. Tetapi, mereka licin – sulit tersentuh oleh hukum.

Bupati Manokwari Demas Mandacan pernah mengeluarkan pernyataan keras soal kasus miras toko Bintang Jaya. Demas mengatakan, siap menindak tegas hingga menutup toko tersebut jika terbukti salah dalam menggunakan ijin usaha.

Sayangnya, hingga kini kasus miras ini tak jelas ujung pangkalnya. Aksi solidaritas muncul dari berbagai kalangan – mereka hendak mengadvokasi kasus ini. Lagi-lagi masih pada tataran wacana saja.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com