Portal Berita Papua Barat

Sengketa Pemilihan Anggota MRPB Masuk Babak Baru

0 147
Sengketa Pemilihan Anggota MRPB
Sengketa Pemilihan Anggota MRPB – Tim penggugat seleksi anggota MRPB periode 2017-2022. Tim menilai putusan sela Majelis Hakim PTUN Jayapura, Papua adalah tepat. Bukti baru akan diajukan dalam sidang lanjutan pada 21 Maret mendatang. (Foto: Razid fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papubaratoke.com – Sengketa Pemilihan Anggota MRPB.  Sengketa hukum pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) periode 2017-2022, memasuki babak baru.

Di mana, hasil sidang tanggal 14 Maret, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura, Papua telah mengeluarkan putusan sela.

Ketua Tim Penggugat Valentinus Wainarissy mengatakan, Majelis Hakim telah mengeluarkan putusan sela perkara gugatan nomor 01 dengan penggugat Aleda Yoteni. Dan, perkara nomor 40 dengan penggugat 7 calon anggota MRPB.

“Eksepsi yang diajukan oleh Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Papua Barat dalam sidang ditolak oleh majelis hakim, karena tidak berdasar fakta hukum. Keputusan yang dikeluarkan adalah keputusan sela,” kata Valentinus ketika memberikan pernyataan pers, Kamis (15/3/2018).

Dengan demikian, kata Valentinus, perkara gugatan tersebut masih akan dilanjutkan dengan pembuktian bukti-bukti yang diajukan para pihak.

Penggugat telah mengajukan 19 alat bukti. Masih ada lagi bukti baru yang akan diajukan. Sayangnya, Valentinus masih merahasiakannya.

“Baik penggugat (ibu Aleda Yoteni) maupun tujuh anggota telah mengajukan bukti-bukti kepada majelis hakim. Bukti-bukti yang kita ajukan sudah diperiksa. Sebanyak 19 bukti yang diajukan diterima semua,” bebernya.

Menurut Valentinus, para pihak tergugat tidak mampu menunjukan bukti-bukti kepada majelis hakim dalam persidangan yang berlangsung pada waktu tersebut.

“Kuasa hukum mendagri tidak hadir. Hadir hanya kuasa hukum gubernur, itupun tak mampu ajukan bukti, alasanya baru akan diajukan pada sidang berikutnya,” ujar dia.

Sidang perkara gugatan ini akan dilanjutkan pada 21 Maret, dengan agenda pembuktian terhadap pihak tergugat I dan tergugata II (menteri dalam negeri dan gubernur papua barat).

“Kita juga sudah siapkan beberapa bukti tambahan. Bukti ini akan membantu majelis hakim dalam menilai perkara ini. Kita tunggu dan lihat saja fakta- persidangan yang akan terungkap dalam persidangan nanti,” ungkap Valentinus seraya enggan menyebutkan bukti baru dimaksud.

Baca Juga:  Gubernur Sentil Proposal Yang Hanya Cari Keuntungan Pribadi

Ditambahkan, para saksi ahli akan dihadirkan dalam sidang lanjutan. Diantaraya, pakar hukum tata Negara Uncen, Jayapura, saksi ahli dari fraksi otsus, dan panitia seleksi.

“Saya belum bisa sebutan pakar hukum siapa. Fraksi otsus harus dihadirkan karena mereka yang ikut dalam penyusunan perdasus pemilihan MRPB, termasuk tim seleksi,” pungkasnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!