Portal Berita Papua Barat

Sweping Pembalakan Hutan Dihalang-halangi, Daud Indou : Ada Unsur Kesengajaan Oknum Pengusaha Kayu

0 63
Sweping Pembalakan Hutan
Sweping Pembalakan Hutan – Intelektual tokoh Arfak di Kabupaten Manokwari, Daud Indou saat menggelar jumpa pers Senin (9/4/2018), menyikapi tindakan pengerusakan dan anarkis yang dilakukan sejumlah oknum mahasiswa di kantor Gubernur Papua Barat, Jumat lalu. (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sweping Pembalakan Hutan.  Swiping di lokasi yang diduga pembalakan liar disebut sengaja dihalang-halangi oleh oknum pengusaha kayu industri terhadap aparat gabungan keamanan di lokasi penebangan kayu di areal hutan Kabupaten Manokwari.

Daud Indou, selaku tokoh masyarakat Arfak mengaku telah menemukan adanya pembalakan liar di areal hutan. Diantaranya, hutan di Wosi Rendani, Andai, hutan Arfai hingga ke SP 1 Warmare dan Prafi melalui pembukaan jalan baru di belakang kompleks Mako Brimob Polda Papua Barat.

Menurut Daud Indou, ketika mendapat informasi adanya penebangan kayu secara besar-besaran di lokasi tersebut, dirinya sempat memastikan langsung di lokasi dan ternyata informasi penebangan kayu ini, merupakan kepentingan bisnis kayu industri.

Daud menyebutkan, di lokasi tersebut, ia menemukan salah seorang pemilik stan kayu di sekitar jalan baru Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, yang melakukan kegiatan penebangan kayu untuk diolah menjadi kayu industri.

Baca Juga:  Pembalakan Liar Dituding Sebabkan Hutan dan Sumber Mata Air Manokwari Rusak

Hanya saja, kata dia, saat akan dilakukan sweping gabungan aparat kepolisian di lokasi tersebut, para pekerja di lokasi yang menjadi tujuan aparat lakukan sweping terhalang kayu yang ditebang di sepanjang jalan tersebut.

“Saya sudah sampai ke lokasi itu, tapi tidak perlu saya sampaikan siapa itu pemiliknya. Yang jelas dia punya stan kayu yang ada di sekitar jalan baru dan kalau dibiarkan terus menerus, maka hutan di Manokwari akan habis percuma. Bahkan mereka sengaja tebang kayu untuk menghalangi petugas,” beberna kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Daud pun menyarankan kepada dinas kehutanan untuk tak membiarkan kondisi tersebut (Pengambilan kayu sembarangan, red) terus terjadi karena dampaknya sangat merusak hutan.

Ditanya ijin lokasi pemilik hak ulayat, kata Daud, memang informasinya diijinkan pemilik hak ulayat, dan ada tingkat pembicaraan harga di antara dua pihak tersebut. Hanya saja, penerbangan pohon sudah tak wajar karena pohon yang kecil juga ditebang.

Penulis : Hanas Warpur
Editor: Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!