Portal Berita Papua Barat

Tepis Tudingan Campuri Penanganan Medis, dr. A. Hehanussa : Pihak RSUD Akui Kesalahannya

0 1.290
Pihak RSUD Akui Kesalahannya
Pihak RSUD Akui Kesalahannya – dr Augustine Hehanussa, Sp.KK, didampingi penasehat hukumnya, saat melaporkan manajemen RSUD Manokwari, yang diduga melakukan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanussa (5), di Mapolda Papua Barat, Selasa (20/2/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pihak RSUD Akui Kesalahannya.  dr. Augustine Hehanussa, Sp.KK, menepis tudingan bahwa dirinya mencampuri penanganan medis, saat anaknya David Jewish Hehanussa (5) dirawat di RSUD Manokwari, Desember 2017 lalu.

Pernyataan ini disampaikan dr. Augustine Hehanussa, melalui salah satu penasehat hukumnya Benny Arens Niwe Lattu, SH, menyikapi tanggapan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan ihwal persoalan dugaan malpraktek di RSUD Manokwari.

“Perlu diketahui, klien (dr. Augustine Hehanussa, red) kami datang ke rumah sakit itu, kapasitasnya bukan sebagai dokter. Melainkan sebagai orang tua dari anak yg sedang sakit. Dan resep tersebut dibuat oleh dr spesialis anak dan klien kami mengambil obat dari apotik di RSUD yang kemudian diserahkan kepada perawat,” kata Benny kepada Papuabaratoke.com, sekira pukul 19.30 WIT, Selasa (20/2/2018).

Dikatakan, justru kliennya terkaget ketika mengetahui dari salah satu perawat pengganti jaga pada saat itu, yang mengatakan, bahwa ternyata penggunaan paracetamol infus telah melebihi atau over dosis.

“Jadi secara prosedural, klien kami sama sekali tidak pernah mencampuri terkait penanganan anaknya di RSUD Manokwari,” tegasnya.

Terkait mencuatnya permasalahan ini, lanjut Benny, secara tak langsung dapat disimpulkan, dengan adanya pencopotan direktur RSUD Manokwari, merupakan bukti bahwa pihak RSUD telah mengakui kesalahannya. Dan pihaknya pun, secara langsung telah dikirimi pesan teks dari Jimmy El yang mengatasnamakan Bupati Manokwari bahwa telah mencopot Direktur RSUD.

“Artinya apa..? Artinya bahwa telah jelas, karena RSUD telah melakukan kesalahan, akhirnya Bapak Bupati mencopot Direktur RSUD,” cetus Benny.

Tak hanya itu, menurut Benny, bahwa terkait permintaan ganti rugi merupakan hal yang jelas. Pasalnya, kliennya adalah pihak yang sangat dirugikan atas adanya peristiwa ini.

Dan kata dia, selain mengeluarkan biaya dengan membawa anaknya terbang ke Jakarta selama 14 hari untuk mendapakan perawatan, juga tak kala berharga adalah nyawa anak dari kliennya sebagai taruhannya.

Baca Juga:  Polsek Oransbari Amankan 2 Oknum Pemuda Penjual "Cap Tikus"

“Karena sudah dapat dipastikan apa efek dari intoksikasi/overdosis paracetamol.
Dan hal tersebut bukan karena mengada ada, melainkan peraturan dan perundangan yang memperkenankan hal tersebut. Sehigga sangatlah wajar klien kami menuntut ganti kerugian,” tukas Benny.

“Dapat kita baca sendiri, apa akibat dari keracunan/overdosis paracetamol. Yaitu menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh, koma bahkan menyebabkan kematian. Apa jadinya jika klien kami terlambat membawa anaknya berobat ke Jakarta?,” pungkasnya.

Sebelumnya, menanggapi laporan polisi yang dibuat oleh dr Augustine Hehanussa bersama penasehat hukumnya, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengatakan, bahwa terkait laporan polisi yang dibuat tersebut justru membalikan fakta sebenarnya.

Dan Justru disinyalir oknum dokter (dr Augustine Hehanusa, SpKK, red) itulah yang memanfaatkan keadaan.

Dimana memerintahkan oknum perawat di RSUD yang menangani pasien saat itu, untuk memberikan obat kepada pasien di luar yang telah diperintahkan sesuai dosis obat yang telah ditentukan.

“Jadi yang benar itu ada beberapa perawat yang diklaim tidak menjalankan sesuai SOP. Yaitu tidak memberikan obat kepada anaknya (Pasien, red) dr Agustina Hehanussa itu. Malah dia sendiri juga memerintahkan perawat untuk memberikan obat sama anaknya,” terang Bupati Demas, yang dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Selasa (20/2/2018) sore.

Tak hanya itu, Bupati Demas mengklaim, dr. Augustine Hehanussa justru menuntut pihak manajemen RSUD Manokwari harus membayar ganti rugi biaya material sebesar Rp 3 Milyar.

Sebagaimana diberitakan, dr. Augustine Hehanussa, Sp.KK, di dampingi 3 penasehat hukumnya, Kemal Fadillah, SH, Benny Arens Niwe Lattu, SH, Steven Glorio H, SH, melaporkan pihak RSUD Manokwari sesuai dengan nomor surat tanda penerimaan laporan, nomor : STPL/26/II/2018/Papuabarat/SPKT/tanggal 20 Februari 2018.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com