Portal Berita Papua Barat

Tim Pusdik Kementan RI Sambangi Kelompok Usaha STPP Manokwari

3

Manokwari,Papuabaratoke.com – Tim Pusat Pendidikan (Pusdik) Pertanian BPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian) Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyambangi kelompok penerima beasiswa modal usaha Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) STPP Manokwari.

Hal ini dilakukan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) 11 kelompok penerima beasiswa modal usaha PWMP,  pada 19 hingga 20 Desember 2017 lalu.

Tim yang dipimpin Fika Artharini S.S dan Rini Indiyanti diterima langsung Ketua STPP Manokwari Dr. drh. Maya Purwanti, penanggung jawab kegiatan Ir. Carolina Diana Mual. MP dan pembimbing 2016 Sritiasni S.Pt. M.Si, pembimbing 2017 Indrawati SP. MP. serta Panitia PWMP STPP Manokwari Farid Maulana. A.Md.

Dalam kunjungannya Tim Monev melakukan evaluasi dan monitoring lokasi budidaya dan pengemukan sapi di SP4 Distrik Prafi. Dimana terdapat 3 kelompok usaha PWMP, yaitu Bosse Sapi 2016, Jaya Satria Muda 2016, dan Dzikir 2017.

Kelompok tersebut mengembangkan usaha budidaya dan pengemukan Sapi bali. Saat ini usaha Sapi berjalan baik bahkan 2 ekor Sapi betina sudah bunting 4,5 bulan dan 5 bulan lagi akan melahirkan anak pertama.

“Untuk Sapi jantan tahun 2018 sudah bisa kita jual ukurannya sudah siap potong. Rencananya nanti saat hari raya kurban biar harganya tinggi,” ungkap Yogi salah satu anggota PWMP Dzikir.

Selain itu,  Yohanis Hai dan Kedi Dowansiba peserta yang tergabung dalam PWMP mengungkapkan, bahwa usaha budidaya babi berlokasi di brawijaya dan amban yang dikembangkan kelompok pemuda mandiri saat ini populasinya 13 ekor. Dimana awal produksi menghasilkan 5 ekor.

“Kita sudah menjual 1 ekor babi seharga 8 juta dan babi betina sudah melahirkan sebanyak 9 ekor,” ungkapnya.

Dalam kunjungan ini, diungkapkan pula usaha ayam broiler yang dikembangkan utami super broiler dan broiler jaya yang berlokasi di kampus reremi, memiliki populasi 500 ekor saat ini. Dan habis panen yang dijadwalkan, 24 desember 2017. Akan mendapatkan keuntungan Rp 25 hingga Rp 30 ribu perkor.

Baca Juga:  BEI Gelar 'Yuk Berbagi Darah' Untuk Manokwari

Dengan hasil ini, Fika salah satu tim monev pusdik mengharapkan terus mengembangkan program tersebut. Karena menurutnya, jika hal ini dimulai sejak dini, akan tumbuh jiwa enterpreneurs.

“Setelah selesai melaksanakan pendidikan di STPP Manokwari tidak akan bingung mencari pekerjaan. Karena benih seorang wirausahawan sudah tumbuh dalam diri mahasiswa,” ujar dia.

Selain lokasi usaha, tim monev juga menyambangi Quick Chiken rekanan yang menerima karkas ayam dari usaha mahasiswa PWMP Broiler Jaya dan Utami Super Broiler.

Hendra (Meneger quick chiken) merasa senang karena saat ini bisa menyediakan ayam segar untuk semua olahan masakannya sehingga kualitasnya dan cita rasa tetap terjaga.

“Yang sebelumnya hanya bisa mendapatkan ayam beku. Harapannya semoga populasinya terus bertambah dan bisa terus memasok untuk kami,” singkatnya.

Carolina menambahkan Peluang usaha di Manokwari khususnya di Papua dan Papua Barat sangat menjanjikan. Untuk itu, kedepan, kelompok yang telah memulai usaha dan yang akan terbentuk di tahun 2018 akan terus dibina.

“Karena harapan kami setelah lulus mereka sudah ada bekal sebuah usaha sehingga tidak perlu mencari pekerjaan lagi bahkan mereka siap untuk membuka lapangan kerja,” tutupnya.

Editor : Kris Tanjung
Comments
error: Content is protected !!