Portal Berita Papua Barat

Tuntut Hak Cipta Logo PB, Warinussy Dampingi Pieter Mambor Ketemu Gubernur

0 155
Tuntut Hak Cipta Logo PB
Tuntut Hak Cipta Logo PB – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH. (Foto: Ist)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Tuntut Hak Cipta Logo PB.  Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, dampingi Pieter Mambor bertemu dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di ruang kerjanya di lantai 5 Kantor Gubernur di Arfay-Manokwari, Rabu (31/1/2018).

Warinussy yang diberi kuasa sebagai penasehat hukum Pieter Mambor selaku seniman, musikus, komposer dan pencipta logo/lambang Provinsi Papua Barat mengatakan, dalam pertemuan sekira satu setengah jam itu, Gubernur dengan arif dan bijak memberi kesempatan kepada kliennya Pieter Mambor untuk menjelaskan asal-usul dan riwayat sejarah singkat bagaimana sampai dia dapat menciptakan logo/lambang Provinsi Papua Barat tersebut pada tanggal 9 Oktober 1994 yang lalu.

“Sore itu (9/10/1994), saudara Abraham Atururi (Mantan Gubernur Papua Barat) menyuruh 2 (dua) orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), masing-masing Frengki Teniwut dan Markus Samori memanggil saya untuk menemui Atururi di rumahnya di Jalan Karya ABRI Sanggeng-Manokwari”
ucap Warinussy mengutip pernyataan Pieter memulai kisah penciptaan logo/lambang Papua Barat tersebut di hadapan Gubernur Dominggus.

Menurut cerita Mambor, Atururi menanyakan begini “pace (sebutan atau panggilan kepada Mambor), ko bisa gambar kah? Piter bertanya balik , “gambar apa?”, Atururi : “gambar logo lambang provinsi Papua Barat ini?”. Lalu Pieter mengatakan, ah bisa to? kenapa jadi? nanti sa gambar, tapi sa perlu alat untuk gambar,” tutur Warinussy lagi menirukan Piter.

Kemudian menurut Pieter di depan Gubernur Dominggus, bahwa atururi memberikan uang untuk membeli cat minyak, kwas dan buku gambar serta mistar dan jangka. Lalu Pieter memulai kerjanya menggambar logo atau lambang daerah tersebut.

Atururi kisah Pieter datang menemuinya sambil membawa secarik kertas bergambar kepala burung kasuari dan berkata : “pace ko gambar burung kasuari ini dan taruh di tengah-tengah lambang tersebut”.

Baca Juga:  Gubernur Dominggus Serukan Peduli KLB di Asmat

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang mendengar cerita ini, berkata, “berarti sekarang sudah jelas, nanti Pak Pieter simpan gambar itu baik sebagai bukti. Jadi saya akan meminta Pak Sekda dan staf untuk menindak-lanjuti, minimal kita (Pemprov Papua Barat, red) bisa memberi penghargaan kepada Pak Pieter dan diperdakan juga,” jelas Warinussy lagi.

Gubernur Mandacan dengan bijak mengatakan bahwa hak pencipta logo atau lambang daerah ini memang harus dihargai oleh pemerintah daerah yang sudah menggunakannya selama ini.

“Dengan demikian sebagai Kuasa Hukum Pieter Mambor dan klien, saya akan menyerahkan sejumlah dokumen pendukung atas hak cipta dan hak jasa merek dari klien saya tersebut kepada Gubernur guna digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com