Portal Berita Papua Barat

Upaya Pemadaman Kebakaran di Manokwari Belum Responsif

0 32
Pemadaman Kebakaran di Manokwari Belum Responsif
Pemadaman Kebakaran di Manokwari Belum Responsif – Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Imam Muslih. (Foto: Dok. Pribadi)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pemadaman Kebakaran di Manokwari Belum Responsif.  Ketersediaan sarana dan prasarana serta SDM andal yang khusus menangani bencana kebakaran di daerah ini belum memadai.

Ini menjadi masalah serius yang harus disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari. Anggota DPRD, Imam Muslih mengatakan, respon terhadap bencana kebakaran harus diakui masih lambat.

“Respon ke lokasi kebakaran memang masih lambat, butuh waktu yang cukup. Karena tidak ada tim yang disiagakan khusus menangani kebakaran. Begitu informasi datang bisa langsung ditindaklanjuti,” kata Imam pada PBOKe usai meninjau lokasi kebakaran, Rabu (11/4/2018).

Kata Imam, upaya pemadaman kebakaran di pasar Sanggeng cukup sulit. Sebab bangunan kios/toko yang ada di pasar dipenuhi bahan mudah terbakar ditambah akses masuk lokasi titik api susah.

“Kita belum punya mobil pemadam yang dilengkapi cran, untuk akses ke tempat-tempat tinggi seperti kebakaran di pasar Sanggeng, itu sulit sekali. Apalagi di dalam bangunan kios/toko itu dipenuhi barang mudah terbakar sehingga api dengan cepat merambat. Armada ini diperlukan untuk memdudahkan pemadaman,” ujar dia.

Di sisi lain, lanjut Imam, SDM pemadam kebakaran yang ada belum terlatih dengan baik. Sehinga perlu disiapkan unit khusus yang menangani kebakaran dengan perlengkapan yang memadai. Minimal dengan klasifikasi standar.

“Tadi petugas memadamkan api tidak dilengkapi dengan peralatan yang safety, ini sangat berbahaya sekali. Mereka berusaha bekerja tetapi tidak terlindungi. Butuh SDM yang terlatih dan sarana yang memadai,” tandasnya.

Ditambahkan, pelembagaan khusus masalah kebakaran menjadi kebutuhan mendesak. Untuk itu, sudah harus disiapkan oleh pemerintah daerah.

Lembaga tersebut diusulkan bisa dibentuk dinas atau unit teknis yang diberikan tugas khusus menangani bencana kebakaran. Unit ini bisa dibawah koordinasi BPBD atau Satpol PP. Sehingga setiap waktu bisa stand by ketika ada laporan kebarakan.

“Sosialisasi edukasi ke masyarakat untuk pemahaman bencana kebakaran harus digalakkan. Apa yang harus dilakukan pada awal kebakaran. Kebakaran ini juga menjadi perhatian masyarakat ketika meninggalkan rumah atau tempat usaha pastikan listriknya dalam kondisi aman,” imbuh Imam.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!