Portal Berita Papua Barat

Usaha Mesin BBM Eceran Dinilai Tak “Steril”

0 4
Ilustrasi Mesin BBM eceran (Pertamini). (Foto: Istimewa)

Manokwari,Papuabaratoke.com – Insiden meledak hingga terbakarnya mesin penampung BBM eceran atau Pertamini di jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, sekira pukul 15.10 WIT, Sabtu (16/12/2017) tersebut, menuai sorotan.

Dedy May, salah satu warga sontak meluapkan emosinya melihat insiden tersebut. Dia menilai penempatan usaha bangunan depot Pertamini ini tidak tepat dan jauh dari kata steril.

Dedy S. May

“Memang penempatan mesin (Pertamini, red) ini, tidak steril. Ko ada ijin kah?.  Tadi kalu api menyebar dan ada apa – apa siapa mau tanggung jawab semua? Ko pu air mata mau datang antar di kitong kah? Ko usaha begini kiri kanan di manokwari pikir keselamatan orang lain?,” cetus Dedy meluapkan emosinya lantaran.

Dedy yang juga sebagai Ketua wakil rakyat di DPRD Manokwari ini, meragukan para karyawan yang dipekerjakan, dalam memahami sepenuhnya sisi keselamatannya di dalam depot.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, mobil pemadam kebakaran dan aparat kepolisian tiba dilokasi peristiwa sekira pukul 15.30 WIT. Meski dinilai terkesan lamban, namun personil Damkar tetap berupaya memastikan titik api berhasil dilumpuhkan.

Dalam peristiwa ini, suasana cukup  panik. Sebab, masyarakat merangsek mendekati titik api. Polisi melalui Penyidik Polres Manokwari, dan Sabhara Polres langsung melalukan identifikasi awal serta memasang garis policeline di TKP.

Kerugian atas peristiwa ini diperkirakan, mencapai jutaan rupiah. Dimana dari lokasi kejadian TKP terdapat 2 Tangki penampung Bensin sekitar 400 liter, satu buah motor RX-King turut ludes terbakar dengan cepat.

Catatan media ini, sepekan terakhir ini telah terjadi peristiwa kebakaran di beberapa lokasi, yaitu Kompleks Sowi 1, dan Jalan Baru, Senin lalu, kompleks Mako Brimob dan Kompleks SPBU Sanggeng, Jumat kemarin.

Baca Juga:  AMA-PB Apresiasi Penyelengaraan Festival Seni Budaya Papua
Editor : Kris Tanjung
Penulis : IAN
Comments
Loading...
error: Content is protected !!