Portal Berita Papua Barat

UU Otsus Buka Celah Hukum Lahirnya Perdasus Perlindungan Perempuan dan Anak

0 95
Perdasus Perlindungan Perempuan dan Anak
Perdasus Perlindungan Perempuan dan Anak – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Barat (DPR PB) Frida Tabita Kelasin. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Perdasus Perlindungan Perempuan dan Anak.  Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat menerapkan peraturan daerah khusus (Perdasus) yang mengatur tentang perlindungan perempuan dan anak.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Barat (DPR PB) Frida Tabita Kelasin menyatakan Undang Undang (UU) Otonomi khusus mengamanatkan perlindungan perempuan dan anak di daerah ini, sehingga hal itu bisa dikuatkan dengan sebuah Perdasus.

“Di dalam UU Otsus diamanatkan 10 hak dasar perempuan. Berkaitan dengan itu, ada celah hukum yang bisa dipakai untuk merumuskan Perdasus perlindungan perempuan dan anak. Kita ini ada di wilayah Otsus, jadi aturan ini bisa diterapkan,” jelas Frida, Senin (5/3/2018).

Pernyataan Frida ini merespon tuntutan aspirasi yang diserukan Solidaritas Manokwari Cinta Damai yang menggelar aksi massa di Kantor DPR PB.

Aksi ini adalah bentuk keprihatinan masyarakat dari berbagai lapisan atas terbunuhnya bocah perempuan 11 tahun di daerah Swapen, karena menjadi korban perkosaan dan pembunuhan, Kamis (1/3/2018).

“Perlu sekali lembaga DPR PB memberikan perhatian serius, ruang, dan kesempatan bagi Bapemperda dalam menyelesaikan tugas untuk menyiapkan raperdasus perlindungan perempuan dan anak,” ucapnya.

Frida mengakui tidak mudah untuk mendorong lahirnya regulasi tersebut dapat diterapkan di Wilayah Provinsi Papua Barat. Kendati demikian, ia meminta masyarakat ikut memberikan dorongan agar, DPR PB bisa maksimal dalam melahirkan program-program legislasi.

Dalam kesempatan yang sama, Frida mengemukakan, akan melakukan evaluasi bersama dengan Pemerintah Daerah dan DPRD Manokwari terhadap Perda Miras.

“Miras ini menjadi masalah serius. Kasus kematian anak 11 tahun di Swapen telah membuka mata kita, bahwa pergaulan bebas, narkoba, miras, dan lem aibon di kalangan anak-anak sudah sangat memprihatinkan,” tandasnya.

Baca Juga:  Bantuan Pendidikan Lebih Pas Untuk Mahasiswa Berprestasi
Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com