Portal Berita Papua Barat

Warga Binaan Kerap Kabur, Relokasi Lapas Manokwari Mendesak

0 81
Warga Binaan Kerap Kabur
Warga Binaan Kerap Kabur – Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, Yosef Yembise, ditemui Papuabaratoke.com, usai mengikuti syukuran dies natalis STIH Manokwari ke 43, di kampus STIH Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Sabtu (17/2/2018) malam. (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Warga Binaan Kerap Kabur. Relokasi lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari, Papua Barat, dinilai mendesak. Pasalnya, aksi kabur warga binaan di lapas, hingga kini masih saja terjadi.

Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, Yosef Yembise mengatakan, hal ini disebebkan kondisi bangunan lapas sudah sangat tak mendukung.

“Kapan saja tahanan bisa kabur karena dari sisi bangunan peninggalan belanda sudah tidak mendukung,” kata Yembise yang ditemui Papuabaratoke.com, usai mengikuti syukuran dies natalis STIH Manokwari ke 43, di kampus STIH Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Sabtu (17/2/2018) malam.

Menurut dia, salah satu solusi menyikapi (Aksi kaburnya warga binaan, red) hal ini adalah, lapas kelas II B Manokwari harus segera direlokasi atau di bangun gedung lapas di tempat yang baru. Yakni di lahan sebagaimana yang akan dihibahkan pemerintah daerah (Pemda) Manokwari.

“Memang kebutuhan relokasi sangat mendesak. Dari sisi bangunan sudah tidak representatif untuk sebuah pembinaan. Bahkan ada bangunan yang atapnya rendah, kapan saja tahanan bisa lari,” ungkapnya.

Di sisi lain sambungnya, pihaknya sedikit mendapat kekuatan dengan adanya penambahan sipir lapas. Meski demikian ia sangat mengharapkan dukungan pemda guna percepatan perelokasian lapas.

“Karena sampai kapanpun, lapas ini jika belum dipindahkan, tetap tidak bisa mencapai hasil yang kita inginkan bersama,” cetus Yembise.

“Penambahan PNS baru, sedikit bisa menambah kita untuk menekan jaga keamanan dan ketertiban. Tapi solusinya harus direlokasi,” sambung dia.

Untuk itu, proses hibah tanah antara Kanwil Kemenkumham Papua Barat dan Pemda Manokwari diharapkan dapat terlaksanan dengan cepat.

“Tanggal 22 Februari mendatang, kami akan kedatanagan tamu eselon satu dari Jakarta, sekjen dan sekretaris dirjen kemasyarakatan serta beberapa petinggi lain. Mudah-mudahan ini menjadi angin segar bagi kita terkait relokasi lapas Manokwari,” pintanya.

Baca Juga:  Tersangka Korupsi Gereja Fiktif Dicokok Penyidik Polda Papua Barat di Bekasi
Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com