Portal Berita Papua Barat

Warga Binaan Lapas Manokwari ‘Bebas’ Berkeliaran DPR PB Janji Panggil Kanwil Hukum dan HAM dan Kalapas

0 456
Warga Binaan Lapas Manokwari ‘Bebas’ Berkeliaran
Warga Binaan Lapas Manokwari ‘Bebas’ Berkeliaran – Wakil Ketua Komisi A DPR Papua Barat Frida Tabita Kelasin. DPR PB berencana memanggil pihak Kanwil Hukum dan HAM untuk dimintai klarifikasi terkait pemberian bebas bersyarat bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Warga Binaan Lapas Manokwari ‘Bebas’ Berkeliaran.   Wakil Ketua Komisi A DPR Papua Barat (DPR PB) Frida Tabita Kelasin mengatakan akan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait informasi adanya warga binaan yang dapat bebas berkeliaran di tengah-tengah masyarakat umum.

“Apakah benar bahwa ada narapidana yang bisa bebas berkeliaran, kita akan panggil pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Kepala Lembaga Pemasyarakatan juga Kejaksaan. Karena pembinaan di lapas mendapat sorotan masyarakat,” ujar Frida kepada wartawan usai menerima aspirasi Solidaritas Manokwari Cinta Damai di Kantor DPR PB, Senin (5/3/2018).

Solidaritas Manokwari Cinta Damai menggelar aksi simaptik terhadap bocah 11 tahun korban perkosaan dan pembunuhan oleh pelaku – yang belakangan tertangkap dan diketahui adalah residivis kasus yang sama.
Frida menyatakan, pemanggilan sejumlah pihka terkait tersebut adalah untuk meminta klarifikasi langsung terkait proses hukum hingga proses pembinaan bagi warga binaan di Lapas. “Di lapas bukan soal makan minum saja. Pembinaan yang ada seperti apa terhadap warga binaan maupun tanahan,” tukasnya.

Sosialisaai diri warga binaan yang menajalani masa hukuman dengan kasus-kasus asusila dengan masyarakat, lanjut Frida, perlu didorong sehingga mereka ini bisa berubah dan menambah rasa percaya diri mereka kelak ketika kembali ke masyarakat lagi.

“Pembinaan warga binaan ini penting, karena setelah menjalani masa hukuman mereka akan dikembalikan ke lingkungan masyarakat. Kita pembinaan seperti apa yang diterima,? Kami minta pembinaan ini menjadi perhatian serius pihak terkait,” ujar Frida lagi.

Menyikapi sorotan masyarakat yang diadukan ke pihak dewan, Kepala Lapas Kelas II b Manokari Yosef Yembise mengungkapkan, HK (Hans Koromat) pelaku pemerkosa bocah 11 tahun yang ditangkap polisi adalah warga binaan yang memperoleh pembebasan bersyarat (PB) sejak 26 Juli 2017.

Baca Juga:  Jhon Tulus: Porwanas di Jayapura Kesempatan Emas Bagi Wartawan Papua Barat

Dengan demikian, tegas Yembise, warga binaan yang bersangkutan menjadi tanggung jawab pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Manokwari.
“Setelah memperoleh PB, yang bersangkutan diserahkan ke Bapas, untuk pembimbingan sebagai klien pemasyarakatan. Jadi yang bersangkutan tidak wajib lapor di Lapas Manokwari tetapi di Bapas Manokwari,” tandas Yosef.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com